Guru PAUD Jadi Fondasi SDM Kabupaten Kupang

3,773

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kupang didorong untuk dimulai sejak anak berada pada usia paling dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak lagi dipandang hanya sebagai ruang belajar, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan anak, dan keterlibatan keluarga.

Pesan itu mengemuka dalam Pelatihan Integrasi Pendidikan dan Gizi serta Implementasi PAUD Berkualitas bagi Guru PAUD Kabupaten Kupang yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Sanam di Hotel Neo, Kota Kupang, Selasa (22/9/2026).

Pelatihan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga bekerja sama dengan UNICEF Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Mateldius menegaskan bahwa kualitas pendidikan anak tidak cukup diukur dari ketersediaan gedung, alat permainan edukatif, maupun kurikulum. Hal yang lebih menentukan adalah kualitas interaksi antara pendidik dan anak dalam proses tumbuh kembang mereka.

“Guru PAUD jangan hanya menjadi pengajar, tetapi jadilah pendamping tumbuh kembang anak,” kata Mateldius.

Menurut dia, setiap anak memiliki karakter, kebutuhan, lingkungan, dan potensi yang berbeda. Karena itu, proses pembelajaran harus memberikan ruang kepada anak untuk bermain, bertanya, bereksplorasi, berkomunikasi, dan berkreasi sesuai tahap perkembangannya.

Pendekatan tersebut, lanjut Mateldius, menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran. Guru dituntut tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mampu mengenali kebutuhan setiap anak sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Pendidikan dan gizi tak terpisahkan

Mateldius mengatakan kualitas PAUD juga berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak. Anak yang sehat dan memperoleh asupan gizi yang baik memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh serta mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Karena itu, guru PAUD dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran anak dan keluarga mengenai pola hidup sehat, kebersihan, makanan bergizi, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang.

Integrasi pendidikan dan gizi tersebut juga berkaitan dengan agenda pembangunan Kabupaten Kupang, termasuk percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“PAUD bukan sektor yang berdiri sendiri. PAUD merupakan bagian dari ekosistem pembangunan manusia,” ujar Mateldius.

Ia menilai keberhasilan penguatan PAUD membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah desa, lembaga keagamaan, dunia usaha, masyarakat sipil, serta mitra pembangunan perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Pemkab dorong ekosistem PAUD

Pemerintah Kabupaten Kupang, kata Mateldius, akan terus mendorong penguatan ekosistem PAUD melalui peningkatan kapasitas pendidik, tata kelola satuan pendidikan, keterlibatan orang tua, serta integrasi layanan pendidikan dan kesehatan.

Ia memberikan pesan kepada para guru PAUD agar memandang profesi mereka bukan semata sebagai pekerjaan mengajar, melainkan bagian dari proses membentuk karakter dan masa depan anak.

“Anak-anak mungkin tidak akan mengingat semua yang kita ajarkan kepada mereka, tetapi mereka akan mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw serta Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT Yudistira Yewangoe.(Rjb)