Aurum Titu Eki Dorong PAUD Merata hingga Pelosok, Bunda PAUD Kecamatan Diminta Bergerak

3,774

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerataan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga ke wilayah pelosok menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang. Keterlibatan keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai penting agar setiap anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, saat mengukuhkan para Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Kupang di Aula Kantor Bupati Kupang, Kamis (29/10/2026).

Aurum yang juga menjabat Bunda PAUD Kabupaten Kupang mengatakan, pengukuhan tersebut harus menjadi awal dari gerakan bersama untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.

Menurut dia, PAUD bukan sekadar tempat anak belajar mengenal huruf dan angka. Lebih dari itu, pendidikan pada usia dini merupakan tahap penting dalam membangun karakter, mengembangkan kecerdasan, serta membentuk kemampuan sosial dan emosional anak.

Karena itu, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan akses maupun kondisi lingkungan tempat tinggal.

Aurum meminta Bunda PAUD Kecamatan mengambil peran aktif dalam menggerakkan keluarga dan masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan tugas seremonial, tetapi hadir langsung mengidentifikasi persoalan pendidikan anak di wilayah masing-masing.

“Bunda PAUD harus menjadi penggerak, motivator, fasilitator, sekaligus advokat bagi pemenuhan hak pendidikan anak. Kepedulian terhadap masa depan anak harus dimulai dari keluarga dan diperkuat oleh lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendukung program Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah. Program tersebut membutuhkan keterlibatan orang tua agar semakin banyak anak mendapatkan pengalaman belajar sebelum memasuki pendidikan sekolah dasar.

Peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD, lanjut Aurum, harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan ikut mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah.

Namun, perluasan akses pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Menurut Aurum, kebutuhan anak tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mencakup kesehatan, pemenuhan gizi, pola pengasuhan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan risiko lingkungan.

Untuk itu, pendekatan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) perlu diperkuat. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, serta organisasi mitra.
Aurum menilai, keberhasilan membangun layanan PAUD yang berkualitas tidak mungkin hanya dibebankan kepada tenaga pendidik.

Dukungan para camat, kepala desa, lurah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pendidikan anak.

Kepada para Bunda PAUD Kecamatan yang baru dikukuhkan, ia meminta agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi dengan keluarga serta mendorong penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi lembaga PAUD.

“Yang harus menjadi perhatian utama adalah kepentingan terbaik anak. Pengukuhan ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan,” tegas Aurum.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kupang Guntur Taopan, Ketua Pokja Bunda PAUD Maria Baba Nong, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Oktovianus Bire, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Marthen Rahakbauw, serta para camat se-Kabupaten Kupang.

Melalui penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan, pemerintah daerah berharap pelayanan pendidikan anak usia dini semakin menjangkau masyarakat luas dan memberikan kesempatan tumbuh kembang yang lebih baik bagi anak-anak di Kabupaten Kupang.