PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Tiga mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil melewati seleksi tingkat wilayah dan akan mewakili perguruan tinggi tersebut dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) tingkat nasional 2026.

Ketiganya adalah Petrus Rogasenus Nori dari bidang Kimia, Maria Clarita Goy Sia pada bidang Fisika, dan Renia Restiambun Lodoh di bidang Biologi. Mereka memastikan tiket ke tingkat nasional setelah mengikuti seleksi LLDIKTI XV pada 5–6 Mei 2026.
Tahap nasional dijadwalkan berlangsung di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Kompetisi tersebut menjadi arena bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menguji kemampuan akademik di bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Undana kini memusatkan perhatian pada persiapan ketiga delegasi. Mereka mendapatkan pendampingan dari dosen yang memiliki keahlian sesuai bidang kompetisi masing-masing.
Petrus, mahasiswa Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Undana yang sebelumnya pernah tampil di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024, memilih memperbanyak latihan soal sebagai bagian utama persiapan.
Menurut dia, pemahaman terhadap pola soal dari penyelenggaraan ONMIPA sebelumnya dapat membantu peserta mempersiapkan strategi menghadapi kompetisi.
“Persiapan diri melalui latihan soal adalah kunci. Pola soal ONMIPA dari tahun ke tahun memiliki kemiripan, sehingga memperbanyak latihan soal tahun-tahun sebelumnya sangat membantu,” kata Petrus di Gedung ICT Center Undana, Selasa (26/5/2026).
Untuk memperkuat persiapan, Petrus mendapat pendampingan Prof. Reinner Ishaq Lerrick, S.Si., M.Sc., Ph.D., bersama tim. Fokus latihan diarahkan pada penguasaan empat pilar utama dalam bidang Kimia.
Persiapan berbeda dilakukan Maria Clarita Goy Sia. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Undana itu mendapat bimbingan dari Dr. Nikodemus Umbu Janga Hauwali, S.Si., M.Si.
Maria menilai kemampuan menyederhanakan persoalan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan soal-soal Fisika. Dengan cara tersebut, proses perhitungan dapat dilakukan secara lebih sistematis sehingga hasilnya mudah dipahami.
Sementara itu, Renia Restiambun Lodoh menghadapi kompetisi nasional sebagai pengalaman pertamanya di ajang tersebut. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Undana itu menilai keberanian mencoba sesuatu yang baru menjadi modal penting dalam perjalanannya hingga lolos seleksi wilayah.
“Kuncinya adalah berani mencoba sesuatu yang baru meski belum memiliki pengalaman sebelumnya,” ujar Renia.
Menjelang kompetisi nasional, Renia bersama tim dosen Biologi memperdalam sejumlah materi, antara lain Genetika dan Mikrobiologi. Ia berharap persiapan tersebut dapat membantunya tampil maksimal di Surabaya.
Bagi Undana, keberangkatan tiga mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi agenda kompetisi mahasiswa. Mereka juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat budaya akademik dan prestasi mahasiswa di bidang sains.
Undana menyatakan akan memberikan dukungan terhadap kebutuhan ketiga delegasi selama mengikuti kompetisi nasional, termasuk transportasi, akomodasi, dan konsumsi.
Keikutsertaan Petrus, Maria, dan Renia sekaligus membuka peluang bagi Undana untuk kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Mereka kini memiliki waktu untuk mematangkan kemampuan akademik dan mental sebelum menghadapi persaingan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.(Rjb)