Delapan Tahun Pimpin Sikumana, Getruida Isabela Akhiri Pengabdian dengan Pesan Kebersamaan dan Kerendahan Hati

3,779

 

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perjalanan panjang pengabdian sebagai aparatur pemerintahan akhirnya mencapai garis akhir. Mantan Lurah Sikumana, Getruida Isabela, menyampaikan ungkapan syukur, terima kasih, sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan jajaran perangkat pelayanan Kelurahan Sikumana dalam acara purna tugas yang berlangsung di Gedung Kebaktian Getsemani Sikumana, Rabu (4/11/2026), pukul 10.00 WITA.

Dalam sambutan perpisahannya, Getruida menegaskan bahwa seluruh perjalanan pengabdiannya bukan semata-mata hasil kemampuan pribadi, melainkan karena kemurahan dan penyertaan Tuhan.

Ia mengawali sambutan dengan menyampaikan apresiasi kepada Pendeta Getsemani Sikumana, Patrisya M.M. Theedens, S.Th., Plh. Lurah Sikumana, Camat Maulafa, serta seluruh undangan, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat yang telah hadir.

Getruida mengungkapkan, dirinya mulai bertugas di Kelurahan Sikumana pada 2013 sebagai sekretaris kelurahan. Setelah menjalani tugas tersebut hingga 2019, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai lurah.

Menurut dia, amanah sebagai pemimpin wilayah bukanlah sesuatu yang pernah dibayangkan sebelumnya. Namun, ia percaya setiap tanggung jawab yang diberikan Tuhan selalu disertai jalan dan kekuatan untuk menjalankannya.

“Saya percaya, kalau Tuhan menempatkan kita di suatu tempat, Tuhan juga sudah menyiapkan apa yang kita butuhkan, termasuk orang-orang yang membantu dalam menjalankan pelayanan,” ungkapnya.

Ia juga mengenang masa-masa sulit selama menjalankan tugas, khususnya periode 2017–2021. Saat itu, kondisi kesehatan pimpinan sebelumnya mulai menurun sehingga dirinya harus mengambil tanggung jawab pelayanan dengan keterbatasan personel.

Bahkan, pada masa tersebut, ia harus menjalankan tugas bersama hanya satu kepala seksi. Kondisi itu baru berangsur membaik pada 2021 setelah struktur sekretariat dan kepala seksi mulai terisi lebih lengkap.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Getruida mengaku pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, keteguhan iman, dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.

Baginya, membangun Kelurahan Sikumana bukan pekerjaan seorang lurah semata. Dibutuhkan kerja sama, dukungan, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan.

Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para ketua RT/RW, LKK, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta seluruh pihak yang selama ini bahu-membahu mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Ia menyadari bahwa selama menjalankan tugas tentu terdapat kekurangan, baik dalam perkataan maupun tindakan. Karena itu, Getruida secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal yang kurang berkenan selama dirinya berinteraksi dan melayani masyarakat.

“Saya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan. Jika selama kebersamaan dan pelayanan ada perkataan atau tindakan yang kurang berkenan, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” tuturnya.

Getruida berharap hubungan kekeluargaan dan semangat gotong royong yang telah dibangun selama ini tetap terpelihara, meskipun dirinya tidak lagi menjalankan tugas sebagai lurah.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh kebaikan dan dukungan yang diterimanya selama bertugas tidak mungkin dapat dibalas satu per satu. Baginya, hanya Tuhan yang mampu membalas segala ketulusan dan pengorbanan masyarakat.

Acara purna tugas tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan pengabdian seorang aparatur pemerintah yang selama bertahun-tahun hadir di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar berakhirnya masa jabatan, momen itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan publik bertumpu pada kepercayaan, kerja sama, dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.