PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Waktu persiapan yang tersisa sekitar 18 hari menjadi tantangan bagi panitia Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) II 2026 untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan turnamen bola voli tingkat Nusa Tenggara Timur itu terpenuhi. Kompol Januarius Seran, S.H., CELM., dipercaya memimpin panitia dengan target menghadirkan kompetisi yang lebih profesional dibandingkan penyelenggaraan perdana.
Januarius yang juga menjabat Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengprov PBVSI) NTT ditetapkan sebagai Ketua Umum Panitia BMMC II 2026 TTS Edition. Sementara itu, Ketua PBVSI Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Roy Babys, dipercaya menjadi Ketua Harian Panitia.
Penetapan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi dalam rapat perdana persiapan turnamen yang berlangsung menjelang pelaksanaan kejuaraan di GOR Nekmese, So’e.
BMMC II 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 November hingga 9 Desember 2026. Kepanitiaan melibatkan unsur Pengprov PBVSI NTT, Pengkab PBVSI TTS, serta dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai pihak terkait.
Januarius mengatakan, rapat perdana menjadi momentum menyatukan langkah seluruh unsur penyelenggara. Pembacaan surat keputusan kepanitiaan dilanjutkan dengan pembahasan kebutuhan teknis, mulai dari pendaftaran peserta, mekanisme pertandingan, acara pembukaan, hingga penutupan.
Menurut dia, pembagian tugas yang jelas dan komunikasi antardivisi menjadi kunci agar persiapan berjalan sesuai jadwal. Panitia juga mulai membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan.
Koordinasi pengamanan
Salah satu perhatian panitia adalah aspek keamanan dan kelayakan lokasi pertandingan. Untuk itu, koordinasi awal telah dilakukan dengan Polda NTT, termasuk Direktorat Intelkam, Direktorat Pengamanan Objek Vital, serta Polres TTS.
Koordinasi tersebut berkaitan dengan pengurusan izin keramaian, dukungan pengamanan, dan asesmen kondisi GOR Nekmese sebagai arena pertandingan.
Langkah ini dinilai penting mengingat turnamen diperkirakan menarik perhatian tim dan pencinta bola voli dari berbagai daerah di NTT. Dengan demikian, kesiapan arena, pengaturan penonton, dan pelayanan peserta harus dipastikan sejak awal.
Bonus juara diupayakan meningkat
Selain kesiapan teknis, panitia juga menjadikan hasil evaluasi BMMC edisi pertama sebagai dasar pembenahan. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kualitas pertandingan, koordinasi operasional, pelayanan kepada atlet dan penonton, serta publikasi kegiatan.
Salah satu rencana yang tengah diupayakan adalah meningkatkan bonus juara sekitar 50–70 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Januarius menjelaskan, rencana peningkatan bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan atlet dan tim yang berkompetisi. Namun, besaran akhir hadiah masih menyesuaikan kemampuan pembiayaan dan keputusan resmi penyelenggara.
Panitia juga ingin memperluas kampanye bola voli agar BMMC tidak hanya menjadi agenda pertandingan, tetapi berkembang sebagai kegiatan olahraga yang mampu membangun antusiasme masyarakat.
Olahraga dan ekonomi daerah
Penyelenggaraan BMMC II 2026 juga diharapkan membawa manfaat lebih luas bagi Kabupaten TTS. Kehadiran atlet, ofisial, pendukung, dan penonton dari berbagai daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi pariwisata, kuliner, seni budaya, serta ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Karena itu, informasi mengenai penginapan, transportasi, dan berbagai layanan pendukung menjadi bagian dari perhatian panitia.
TTS sebagai tuan rumah diharapkan mampu memperlihatkan keramahan masyarakat Bumi Atoni Pah Meto sekaligus memberikan pengalaman positif bagi seluruh kontingen yang datang ke So’e.
Januarius menilai penyelenggaraan olahraga modern membutuhkan dukungan banyak unsur. Tidak hanya atlet dan perangkat pertandingan, tetapi juga fasilitas, pengamanan, pelayanan pengunjung, tenaga pelaksana, dan pembiayaanyang memadai.
Edukasi kepada masyarakat mengenai ketertiban pertandingan dan pengaturan penonton juga perlu diperkuat agar penyelenggaraan berjalan aman dan profesional.
Berpacu dengan waktu
Dengan masa persiapan sekitar 18 hari, Januarius meminta seluruh jajaran panitia bekerja sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing. Koordinasi yang cepat, pembagian tugas yang terukur, serta dukungan lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak menjelang pembukaan turnamen.
Ia berharap pemerintah daerah, PBVSI NTT, PBVSI TTS, OPD, komunitas olahraga, relawan, dan masyarakat dapat mengambil bagian dalam menyukseskan kejuaraan tersebut.
Bagi TTS, BMMC II 2026 bukan semata-mata ajang perebutan gelar juara. Turnamen ini juga menjadi kesempatan memperkuat persaudaraan antardaerah, mendorong perkembangan bola voli, dan memperkenalkan potensi Kabupaten TTS kepada masyarakat NTT.
Dengan semangat satu persaudaraan dan satu arena, penyelenggaraan BMMC II 2026 diharapkan menjadi lebih baik serta memberikan dampak positif bagi olahraga dan perekonomian masyarakat.
Ben Mboi Memorial Cup II 2026 – TTS Edition dijadwalkan berlangsung pada 23 November–9 Desember 2026 di GOR Nekmese, So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan.