PATROLICIA COM PROPINSI NTT Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau masyarakat, untuk segera mengikat atau mengandangkan hewan penyebar rabies.
Imbauan ini disampaikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi menyebarnya kasus rabies di Provinsi NTT.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Yohana Lisapaly mengatakan, kasus rabies menyebar dari manusia melalui hewan, yang mana penyebarannya bisa melalui gigitan.
” Kalau hewan itu terinfeksi virus dan dipotong, kemudian air liurnya tersiram ke mata atau luka yang ada pada manusia, itu juga bisa tertular. Tapi biasanya diawali lewat gigitan,” ujar Lisapaly
Kadis Peternakan Provinsi NTT Yohana Lisapaly membeberkan upaya untuk mencegah penyebarluasan rabies dengan beberapa cara.
” Perlu vaknisasi terhadap hewan penular rabies, untuk mendapat kekebalan kelompok atau herd immunity, di mana 70 persen dari populasi harus divaksin,” ucapnya.
Meski demikian, ia juga menegaskan dan mengimbau masyarakat, agar hewan penular rabies harus diikat atau dikandangkan.
” Karena kalau diikat, maka otomatis akan terbebas dari anjing yang terinveksi rabies. Hewan penular rabies harus diikat, dipelihara, dan diberi makan dengan baik, sehingga hewan tersebut tidak bersosialisasi dengan anjing-anjing lain,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Ruth Laiskoda mengatakan, dari bulan Januari hingga Juni 2023 sebanyak 515 kasus gigitan anjing.
“ Sebanyak 515 kasus gigitan anjing yang belum ada gejala 448. Rabies 63, gejala khas rabies 64,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Ruth Laiskodat, Jumat (23/06/2023).
Menurut Ruth Laiskodat, proses penanganan yang paling mudah sebenarnya bisa di lakukan oleh masyarakat, jika masyarakat terkena gigitan, maka harus mencuci luka dengan air menggunakan deterjen.
“ Kalau terjadi gigitan, karena tidak tahu hewan ini rabies atau tidak cuci dengan air yang mengalir dan deterjen. Setelah dilanjutkan ke sarana kesehatan,” jelasnya.
“Virus rabies itu, bagian luarnya lemah. Dia akan lenyap bersama deterjen. Jadi harus cuci selama 15 menit,” tambahnya.
Dia menjelaskan, masyarakat yang terkena gigitan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat VAR dan Serum sebagai upaya pencegahan.