PATROLICIA COM PROPINSI NTT. Festival Budaya Etnis Flores
Pemerintah Kota Kupang melalui Kelurahan Naikoten 2 menggelar festival budaya dan berbagai macam lomba, kegiatan tersebut dalam rangka menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-78, terselenggara pada 7-8 Agustus 2023 di halaman gereja St. Yoseph Naikoten.
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjo saat membuka Festival Budaya Flores di halaman Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Naikoten 2 Kupang, Senin (7/8/2023) menekankan beberapa pokok pikirannya.

Dikatakan George Hadjo, semua warga di Naikoten 2 khususnya patut bersyukur karena diberikan Tuhan kehidupan sehingga bisa membuat karya-karya hebat di Kelurahan Naikoten 2.
Sebagai gambaran umum, lanjut George, wilayah NTT memiliki tiga pulau besar yakni Timor, Flores dan Sumba.
NTT tidak mungkin ada tanpa Flores oleh karena itu pada kesempatan ini semua komponen menunjukkan kepada semua orang bahwa budaya Flores akan terjadi kolaborasi integrasi yang akan dilaksanakan selama dua hari ini.
” Ini even merupakan satu-satunya di lingkungan gereja. Saya yakin dan percaya kegiatan ini akan sukses dan lancar,” jelasnya.
Menurut mantan Karo Umum Setda NTT ini, maksud dan tujuan digelar even setiap budaya di kelurahan untuk menunjukan kepada Indonesia dan dunia bahwa NTT adalah provinsi paling kaya akan budaya, kaya akan alamnya, potensi laut atau bahari dan pariwisata.
” Kita perlu memberi ruang kepada budaya karena 60 persen budaya NTT menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat khususnya di Kota Kupang,” tandasnya.
“Saya mau sampaikan bahwa potensi Pariwisata berada di rengking ketiga penyumbang devisa tertinggi untuk Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu sebagai petugas pemerintah oleh Menteri Pariwisata melalui Gubernur NTT dirinya mendorong agar semua kelurahan wajib mengangkat potensi budayanya.
” Tunjukan bahwa kita tidak miskin. Kita kaya luar biasa. Untuk itu warga harus tunjukkan bahwa Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi NTT bukan saja sebagai Indonesia mini tapi NTT kaya akan kekayaan budaya,” katanya berapi-api.
Dirinya berterima kasih kepada pihak Gereja dalam hal ini Paroki Santo Yoseph Naikoten 2 yang menunjukkan mampu berkolaborasi dengan seluruh pihak sehingga UMKM bisa bertumbuh dengan baik.
” Ucapan terima kasih juga kepada camat dan lurah semua pihak yang turut andil mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.
Terdapat berbagai macam lomba seperti; Fashion show etnis flores, lari karung, gigit sendok, makan kerupuk. Selain itu ada juga pameran UMKM, Pasar murah, pelayanan kesehatan gratis, live musik, pentas seni tari (la’i gawi dan dolo-dolo, pentas seni suara (lagu daerah flores), pentas dance (karang taruna).
Pada kesempatan itu Lurah Naikoten 2, Konstantini A.G.R. Adam,SE, yang akrab disapa Fani Adam menyampaikan bahwa festival yang dikemas dalam nuansa etnis Flores itu dengan alasan warganya lebih dominan berasal dari Pulau Flores.
” Kita di Kelurahan Naikoten 2 laksanakan festival etnis Flores ini karena warga disini lebih dominan berasal dari Pulau Flores. Kita juga lakukan ini untuk memeriahkan HUT RI ke-78,” jelas Fani.
Sebagai Lurah Naikoten 2, Fani juga berharap festival tersebut selalu digelar setiap tahun. “Kita berharap kegiatan seperti ini terus digelar agar budaya daerah terus dilestarikan,” harapnya.