PATROLICIA COM PROPINSI NTT Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Karang Taruna Yegar Syahduta Kelurahan Sikumana menggandeng para pemuda-pemudi setempat untuk menggelar Festival Seni Budaya, Olahraga, dan Bhakti Sosial. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan Agustus 2025 dan diharapkan menjadi ruang kebersamaan serta perayaan kreatif seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Karang Taruna Frids Naetasi menyampaikan bahwa festival ini dirancang sebagai bentuk refleksi semangat gotong royong dan cinta tanah air, dengan melibatkan seluruh elemen warga, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua.
“Ini bukan sekadar perlombaan atau acara seremonial. Ini ruang kebersamaan, wadah untuk mengekspresikan budaya lokal, semangat sportifitas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Sikumana,” ujarnya.
Beragam perlombaan unik dan inklusif akan menjadi bagian dari festival ini, antara lain Tarian Etnik Modern, Fun Match Sepak Bola Berdaster, Lomba Lari Kaki, Tarik Tambang, serta Fun Games Anak. Tak hanya itu, kegiatan Bhakti Sosial juga turut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Panitia mengimbau seluruh pengurus RT dan RW agar segera membentuk tim-tim terbaik dari lingkungan masing-masing untuk turut serta dalam kegiatan ini. Selain sebagai ajang hiburan, lomba-lomba tersebut juga diharapkan mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi roh dari perayaan kemerdekaan.
Undangan dan jadwal lomba akan disampaikan secara resmi dalam waktu dekat. Informasi teknis lebih lanjut terkait pendaftaran dan kategori lomba dapat diperoleh melalui nomor kontak panitia yang tercantum dalam flyer kegiatan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sikumana untuk terlibat aktif, karena perayaan kemerdekaan ini milik kita bersama. Mari kita semarakkan dengan gembira, sportif, dan tetap menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan,” tutup Frids.
Dengan semangat yang membara menjelang 17 Agustus, Festival ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tak hanya hidup dalam upacara, tetapi juga tumbuh dalam tawa, gerak, dan kolaborasi masyarakat di akar rumput.(Rjb)