BI Dorong UMKM Pariwisata NTT Naik Kelas, Siap Sambut Wisatawan Mancanegara

3,778

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT.    Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat pengembangan sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Bootcamp UMKM Pariwisata 2026 di Kupang, Selasa (26/5/2026). Program tersebut digelar bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT dengan mengusung tema “Jelajah Flobamorata untuk Membangun Nusantara”.


Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan desa wisata agar mampu bersaing di tengah pertumbuhan industri pariwisata yang terus berkembang di NTT.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, mengatakan sektor pariwisata NTT masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama dalam peningkatan kualitas produk dan layanan, kemampuan digital, akses pasar, hingga integrasi UMKM dalam rantai nilai industri pariwisata.


“Penguatan kapasitas menjadi langkah penting agar UMKM NTT mampu naik kelas dan menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata daerah, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk melayani wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT turut mengapresiasi kolaborasi antara Bank Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, serta ASITA NTT dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis ekonomi masyarakat.

Pengembangan sektor pariwisata NTT saat ini diarahkan pada penguatan desa wisata sebagai etalase budaya daerah. Dalam skema tersebut, UMKM lokal didorong menjadi penyedia produk unggulan, mulai dari kuliner, kriya, hingga layanan pendukung wisata yang mampu memberi nilai tambah bagi wisatawan.

Bootcamp ini diikuti 30 pelaku UMKM yang berasal dari desa wisata dan sektor pendukung pariwisata, seperti kuliner dan kerajinan tangan. Peserta mendapatkan pelatihan terkait kebijakan pembangunan pariwisata NTT, pengembangan destinasi dan promosi, konsep pariwisata hijau dan perhotelan, penyusunan Business Model Canvas (BMC), pelatihan bahasa Inggris untuk pariwisata, hingga akses pembiayaan UMKM.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM dan desa wisata diharapkan semakin siap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang datang melalui kapal pesiar.

Bank Indonesia menilai penguatan kualitas layanan dan kapasitas usaha masyarakat menjadi faktor penting untuk mewujudkan pariwisata NTT yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan (rjb)