Dari Sampah Plastik ke Nilai Ekonomi, Undana Dorong Revolusi Ekonomi Sirkular di Kupang

3,776

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Tumpukan sampah plastik yang selama ini identik dengan pencemaran lingkungan mulai dipandang dari sudut yang berbeda. Melalui inovasi teknologi dan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong transformasi sampah plastik menjadi sumber ekonomi baru yang berpotensi memperkuat ekonomi sirkular di Kota Kupang.

Langkah tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi dan demonstrasi teknologi pengolahan sampah plastik yang digelar di ruang publik, termasuk saat pelaksanaan Car Free Day (CFD). Pendekatan yang digunakan tidak lagi sebatas kampanye kebersihan lingkungan, melainkan memperlihatkan secara langsung bagaimana limbah plastik dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Ke depan, FST Undana telah menyiapkan sejumlah agenda riset lanjutan yang berorientasi pada hilirisasi teknologi pengelolaan sampah.

Fokus penelitian tersebut meliputi optimalisasi proses pirolisis untuk meningkatkan kualitas minyak hasil pengolahan plastik, pengembangan mesin pencetak papan mebel dengan biaya yang lebih terjangkau, serta kajian kelayakan ekonomi terhadap rantai valorisasi sampah berbasis komunitas di Kota Kupang.

Agenda riset ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Rekam jejak pengabdian Teknik Mesin Undana dalam bidang pengelolaan sampah juga menunjukkan konsistensi yang kuat. Sebelumnya, tim yang sama telah melaksanakan kegiatan serupa di Bank Sampah Muara Abu, Kelurahan Oesapa Barat, pada April 2026. Pada Oktober 2025, program pemberdayaan masyarakat terkait pengolahan sampah juga dilakukan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana.

Menurut tim pelaksana, tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan teknologi, melainkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Karena itu, strategi yang diterapkan menekankan pendekatan edukasi visual berbasis produk atau product-based outreach, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung manfaat ekonomi yang dihasilkan dari limbah plastik.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk memutus kebiasaan membuang sampah secara konvensional. Ketika masyarakat menyadari bahwa sampah plastik dapat diubah menjadi bahan baku industri kreatif dan produk bernilai jual, persepsi terhadap sampah perlahan berubah dari beban lingkungan menjadi aset ekonomi.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam gerakan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial di Kota Kupang. Dengan dukungan riset, inovasi teknologi, dan pendampingan masyarakat yang berkelanjutan, sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai sumber pencemaran, melainkan sebagai sumber daya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular daerah sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan masyarakat.(Rjb)