RSU Undana Resmi Layani BPJS, Wagub NTT: Akses Kesehatan Masyarakat Kini Kian Terjangkau

3,778

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT  Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi membuka layanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Peresmian layanan tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, sebagai langkah penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah itu.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berjuang sejak awal pembangunan rumah sakit hingga akhirnya dapat beroperasi dan melayani peserta BPJS Kesehatan.

“Pemerintah Provinsi NTT sangat bersyukur dan menyambut baik hadirnya layanan BPJS di RSU Undana. Ini merupakan hasil kerja keras banyak pihak yang telah berkontribusi sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga pengembangan rumah sakit ini,” ujar Johni.

Menurut dia, perjalanan pembangunan RSU Undana tidaklah mudah. Rumah sakit tersebut mulai dibangun pada masa kepemimpinan rektor sebelumnya dan bahkan sempat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 meskipun fasilitasnya saat itu belum sepenuhnya lengkap.

Johni mengingat kembali berbagai tantangan yang dihadapi ketika Fakultas Kedokteran Undana mulai dirintis. Kala itu, banyak pihak meragukan kemampuan institusi tersebut untuk berkembang menjadi fakultas kedokteran yang memenuhi standar nasional.

“Setiap hal baru pasti menghadapi keraguan dan tantangan. Namun dengan ide yang baik, perencanaan yang matang, serta kerja nyata, berbagai kekurangan dapat disempurnakan secara bertahap. Hari ini kita melihat hasilnya, Fakultas Kedokteran Undana telah terakreditasi dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT,” katanya.

Ia juga menyoroti perkembangan pendidikan kedokteran di NTT yang semakin menggembirakan. Selain Fakultas Kedokteran Undana, kini telah hadir program studi kedokteran di Universitas Citra Bangsa. Kehadiran dua institusi pendidikan kedokteran tersebut dinilai sangat strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di provinsi yang masih menghadapi keterbatasan dokter dan tenaga medis.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Johni, juga menyambut baik pembukaan program pendidikan dokter spesialis di Undana, termasuk spesialis anestesi dan rencana pembukaan program spesialis penyakit dalam.

“Kami berharap kuota mahasiswa kedokteran dan pendidikan spesialis terus ditingkatkan sehingga semakin banyak putra-putri NTT yang dapat menempuh pendidikan kedokteran di daerah sendiri dan kemudian mengabdi kembali untuk masyarakat NTT,” ujarnya.

Menurut Johni, kehadiran layanan BPJS di RSU Undana tidak hanya memperkuat sistem pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan medis.

Pada akhir acara, Johni Asadoma secara resmi meluncurkan layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan disaksikan seluruh hadirin, saya secara resmi meluncurkan layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Nusa Cendana,” katanya.

Peresmian tersebut menjadi tonggak baru bagi RSU Undana untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat NTT sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan yang mendukung pengembangan tenaga kesehatan profesional di wilayah timur Indonesia.(Rjb)