PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bergerak cepat merespons gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026) pagi. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan seluruh kekuatan pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan unsur terkait dikerahkan untuk membantu warga terdampak.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.58 Wita itu menimbulkan duka, kehilangan, ketidakpastian, dan kecemasan di tengah masyarakat. Gubernur menyampaikan belasungkawa kepada para korban, keluarga korban, dan seluruh warga yang terdampak.
“Atas nama saya bersama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam bagi para korban dan keluarga yang terdampak,” kata Melki sebelum menyampaikan pidato pembangunan, Sabtu.
Menurut dia, masyarakat tidak boleh menghadapi bencana sendirian. Pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD NTT, pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung cepat.
Melki mengatakan, pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap bencana tersebut. Presiden Prabowo Subianto, menurut dia, telah meminta jajaran pemerintah memberikan dukungan maksimal kepada masyarakat terdampak.
“Kita akan lewati ini secara bersama-sama. Mudah-mudahan duka ini bisa kita sama-sama selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujarnya.
Turun langsung ke Flores
Sebagai bagian dari respons awal, Melki bersama Forkopimda NTT dijadwalkan bertolak ke Flores pada Sabtu siang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan korban terpenuhi.
“Tadi pagi Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan atensi khusus melalui Menteri Sekretaris Negara agar kita semua memberikan dukungan dan memastikan betul bahwa tidak ada satu pun korban yang ditinggalkan di Flores,” katanya.
Melki menegaskan, penanganan korban tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi. Kebutuhan mendesak masyarakat, seperti makanan, minuman, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya, harus segera disalurkan.
Ia juga mengajak pelaku usaha, pemilik toko makanan dan minuman, serta penyedia kebutuhan dasar di Flores untuk ikut membantu. Penyaluran bantuan diminta menjangkau desa dan kelurahan dengan melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan makanan, minuman maupun selimut dan sebagainya di Flores, saya minta semua toko-toko yang ada di Flores dan jajaran pemerintah yang memiliki bantuan disalurkan segera pada hari ini,” ujar Melki.
Menurut dia, bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sedang dalam perjalanan menuju wilayah terdampak. Sementara menunggu bantuan tersebut tiba, seluruh sumber daya yang tersedia di daerah diminta segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Untuk perhitungan dan pengaturan selanjutnya, kita akan atur kemudian,” katanya.
Menguatkan solidaritas
Di tengah situasi darurat, Melki mengajak masyarakat NTT memperkuat solidaritas. Ia meminta tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam membantu korban.
Bagi Melki, bencana yang terjadi di Flores bukan hanya persoalan masyarakat di wilayah terdampak, tetapi merupakan duka seluruh NTT.
Ia mengajak masyarakat merapatkan barisan, mengulurkan tangan, dan memberikan bantuan serta doa bagi korban dan keluarga yang terdampak.
“Yang tertusuk padamu, berdarah padaku. Itulah spirit yang mesti menyatukan kita sebagai sesama saudara sebangsa dan sesama saudara kita di NTT,” katanya.
Melki menutup pesannya dengan menegaskan makna solidaritas tersebut. “Duka Flores adalah duka NTT, dan duka NTT adalah duka Indonesia.”(rjb)