Jangan Tunggu Bencana, Sekolah di Kabupaten Kupang Diperkuat Jadi Benteng Anak

3,809

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan menghadapi ancaman bencana. Bersama Save the Children dan CIS Timor, pemerintah daerah merevitalisasi Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) melalui Program Generasi Ready (GenRe).

Revitalisasi itu ditandai dengan Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja Sekber SPAB yang digelar di Aula Hotel Kristal Kupang, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan.

Guntur mengatakan keselamatan anak di lingkungan sekolah harus ditempatkan sebagai prioritas dalam kebijakan penanggulangan bencana. Sekolah, menurut dia, tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga harus memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Indikator kebahagiaan sebuah rumah tangga berada pada anak. Jika anak sehat, bahagia, selamat, dan berhasil, itu merupakan wujud keberhasilan orang tua,” kata Guntur.

Karena itu, ia menilai program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) memiliki posisi penting dalam memastikan anak tetap terlindungi ketika bencana terjadi.

Pemerintah Kabupaten Kupang mengapresiasi dukungan Save the Children dan CIS Timor dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di sektor pendidikan. Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Program Manager GenRe Save the Children, Yosep Tapun, mengatakan ancaman bencana dapat datang sewaktu-waktu dan tidak selalu dapat diprediksi. Kondisi itu menuntut kesiapan yang terencana, terutama pada satuan pendidikan yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dalam jumlah besar.

“Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah hal yang perlu kita pertajam dan diskusikan. Kita semua merupakan kelompok yang berpotensi terdampak risiko bencana,” ujar Yosep.

Menurut Yosep, GenRe diarahkan untuk membangun sistem kesiapsiagaan sekolah secara berkelanjutan. Sekolah diharapkan tidak hanya mampu melindungi warga sekolah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran mitigasi bencana bagi masyarakat di sekitarnya.

Dari 17 sekolah yang menjadi sasaran program, sejumlah sekolah telah mulai menerapkan SPAB. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi di sekolah lain di Kabupaten Kupang, bahkan menjadi model yang dapat diterapkan lebih luas.

Sementara itu, Project Manager GenRe CIS Timor  Kabupaten Kupang, Ida Adu, mengatakan revitalisasi Sekber SPAB memiliki landasan regulasi yang cukup kuat. Pemerintah Kabupaten Kupang sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Bupati Kupang Nomor 22 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan SPAB.

Regulasi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat kerja bersama lintas sektor dalam memastikan sekolah memiliki sistem pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana.

“Kolaborasi lintas sektor ini mempertemukan Pemerintah Kabupaten Kupang dengan mitra strategis pembangunan yang bergerak di isu pendidikan, perlindungan anak, kesetaraan gender, dan inklusivitas untuk merevitalisasi Sekber SPAB yang sudah ada,” kata Ida.

Ia menegaskan, membangun sekolah yang aman dari bencana bukan sekadar program jangka pendek. Upaya tersebut merupakan investasi untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus melindungi masa depan anak-anak.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Memastikan sekolah aman dari bencana adalah fondasi utama untuk menyelamatkan investasi di Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Ida meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat implementasi Perbup SPAB sehingga kesiapsiagaan tidak berhenti pada dokumen atau kegiatan seremonial.

“Kita pastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Kupang yang kehilangan hak belajarnya akibat ketidaksiapan kita menghadapi bencana,” katanya.

Lokakarya kemudian dilanjutkan dengan pembahasan penyusunan rencana kerja Sekber SPAB, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor dan langkah konkret penerapan SPAB di satuan pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kupang, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah. Hadir pula Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang, Project Coordinator Save the Children, serta perwakilan lembaga mitra terkait di Kabupaten Kupang.(Rjb)