LAUT NAFAS EKONOMI PESISIR: KAMPUNG NELAYAN PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI KABUPATEN KUPANG

3,795

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT        Laut bukan sekadar bentang alam bagi Kabupaten Kupang. Bagi ribuan keluarga di wilayah pesisir, laut adalah tempat bekerja, sumber pangan sekaligus tumpuan pendapatan keluarga.

Data resmi menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu fondasi utama perekonomian Kabupaten Kupang. Pada 2024, sektor tersebut menyumbang 44,52 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kupang. Pada tahun yang sama, PDRB daerah mencapai Rp9,87 triliun.

Di dalam sektor tersebut, perikanan memiliki posisi strategis. Namun, besarnya potensi laut belum otomatis menjamin meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesisir. Tantangan masih terlihat pada keterbatasan sarana produksi, armada, rantai dingin, pemasaran dan akses terhadap fasilitas pascapanen.

Karena itu, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi salah satu pendekatan yang dapat mengubah pola pengelolaan ekonomi pesisir dari sekadar menangkap ikan menjadi membangun ekosistem usaha perikanan.

POTENSI BESAR, TANTANGAN

Data RKPD Kabupaten Kupang mencatat produksi perikanan tangkap mencapai 6.034,81 ton pada 2021 dan meningkat menjadi 6.329,32 ton pada 2022. Namun pada 2023, produksi yang tercatat turun menjadi 2.769,89 ton.

Sementara itu, Statistik Daerah Kabupaten Kupang mencatat sekitar 5.802 nelayan pada 2023 dengan produksi sekitar 5.803 ton berbagai jenis ikan. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perikanan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat dalam jumlah besar, sekaligus memperlihatkan perlunya penguatan sistem produksi dan pendataan agar potensi laut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Data BPS 2024 juga memperlihatkan beragam komoditas ikan yang dihasilkan nelayan Kabupaten Kupang. Cakalang, misalnya, mencapai 705,48 ton. Kupang Barat menjadi salah satu sentra dengan produksi cakalang terbesar, yakni 153,14 ton.

Angka-angka tersebut memperlihatkan satu hal: laut Kabupaten Kupang memiliki aktivitas ekonomi yang nyata, tetapi mata rantai ekonominya masih perlu diperkuat.

TAWARKAN KAMPUNG NELAYAN?

Kampung Nelayan Merah Putih bukan semata-mata pembangunan permukiman nelayan. Konsep program Kementerian Kelautan dan Perikanan diarahkan untuk membangun ekosistem perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Fasilitas yang dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut antara lain dermaga, gudang beku atau cold storage, pabrik es, balai pelatihan, sentra pengolahan atau pasar ikan, bengkel kapal, SPBN serta fasilitas logistik.

Dengan sistem seperti itu, ikan yang ditangkap nelayan tidak berhenti pada transaksi di bibir pantai. Hasil tangkapan dapat disimpan, diolah, dikemas, dipasarkan dan didistribusikan dengan nilai ekonomi yang lebih besar.

Inilah titik pentingnya.

Nilai tambah tidak hanya berada di laut, tetapi juga berada setelah ikan didaratkan.

YOSEF LEDE–AURUM OBE TITU EKI DAN ARAH PEMBANGUNAN PESISIR

Dalam pemerintahan Bupati Kupang Yosef Lede bersama Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki, pengembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu agenda yang terus didorong melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

Pada 3 September 2026, Bupati Yosef Lede melakukan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk memastikan rencana penambahan tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Kupang. Pemkab juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pembangunan pesisir. Sebab, satu kampung nelayan tidak cukup jika wilayah pesisir Kabupaten Kupang yang memiliki garis pantai dan aktivitas perikanan luas hanya dilayani oleh satu titik.

Pemkab Kupang sebelumnya juga menyebut Kampung Nelayan Merah Putih yang telah ada telah menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah daerah mengusulkan penambahan lokasi untuk memperluas jangkauan program.

Dari perspektif masyarakat pesisir, ukuran keberhasilan Kampung Nelayan bukan hanya berdirinya bangunan.