Pisang Tak Sekadar Buah, Bupati Kupang Dorong Perempuan Ciptakan Produk Bernilai Tambah

3,774

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT.      Pisang yang selama ini mudah dijumpai di lingkungan masyarakat Kabupaten Kupang didorong untuk tidak berhenti sebagai komoditas konsumsi. Bupati Kupang Yosef Lede meminta kelompok perempuan mengolahnya menjadi produk pangan bernilai ekonomi yang dapat memperkuat pendapatan keluarga.

Pesan itu disampaikan Yosef Lede saat membuka Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kesejahteraan Keluarga bagi Sekolah/Kelompok Perempuan melalui Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Produk Olahannya, Kamis (8/10/2026), di Gereja Ebenhaezer Tarus Barat, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah.

Menurut Yosef, pelatihan pemberdayaan perempuan harus menghasilkan keterampilan yang bisa diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi. Karena itu, peserta tidak hanya diharapkan menguasai teknik pengolahan pisang, tetapi juga mampu menciptakan produk baru yang memiliki daya jual.

“Yang kita harapkan bukan sekadar belajar membuat olahan pisang yang biasa. Harus ada inovasi dan kreasi baru yang bisa dibawa pulang untuk dikembangkan,” kata Yosef.

Ia menilai pisang merupakan salah satu potensi pangan lokal yang relatif mudah diperoleh masyarakat. Jika diolah dengan baik, komoditas tersebut dapat memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan ketika dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Upaya tersebut, lanjut dia, sejalan dengan semangat hilirisasi pangan lokal sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga. Kelompok perempuan diharapkan mampu memanfaatkan hasil pelatihan untuk membangun usaha secara bertahap, baik secara individu maupun melalui kelompok.

“Pisang ada di mana-mana. Kita harus mampu mengubah bahan yang ada menjadi produk bernilai tambah. Dengan begitu, pendapatan mama-mama dan keluarga bisa meningkat,” ujarnya.

Yosef juga meminta agar pelatihan serupa tidak dilakukan secara singkat. Menurut dia, waktu praktik yang lebih panjang diperlukan agar peserta benar-benar menguasai proses produksi hingga mampu menghasilkan produk yang layak dikembangkan dan dipasarkan.

Pemerintah Kabupaten Kupang, kata Yosef, akan terus mendorong program pemberdayaan yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Dukungan tersebut juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai unsur masyarakat.

“Kalau mama-mama memiliki keterampilan, bisa memproduksi sendiri, bekerja sendiri dan menghasilkan, itu salah satu langkah menuju Kabupaten Kupang Emas,” katanya.

Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga

Fasilitator Sekolah Perempuan Kabupaten Kupang yang mewakili 877 anggota Sekolah Perempuan mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap program pemberdayaan perempuan.

Menurut dia, keterlibatan pemerintah dalam penguatan kapasitas perempuan menjadi penting agar perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki ruang untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan pengembangan ekonomi keluarga.

Ia berharap pemberdayaan perempuan terus menjadi bagian dari prioritas pembangunan Kabupaten Kupang, antara lain melalui pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi kreatif, serta perlindungan perempuan dan anak.

“Ketika perempuan berdaya, keluarga akan semakin sejahtera. Karena itu, sinergi pemerintah, desa dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kelompok perempuan perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas PMDP3A Kabupaten Kupang Jhon Sula, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Feprianto Salukh, Sekretaris BPKAD Jems Abineno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kupang Benidiktus Selan, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, Camat Kupang Barat Villy Nakamnanu, Camat Kupang Timur Marina Ludji, serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kupang Tengah.rjb)