Bupati Kupang Gandeng Undana, Perkuat Kualitas Genetik Sapi Lewat Inseminasi Buatan

3,773
PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas sapi melalui pelatihan inseminasi buatan (IB). Langkah ini diharapkan memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Bupati Kupang Yosef Lede membuka pelatihan tersebut di Aula Pascasarjana Undana, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dengan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana itu diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga inseminator agar mampu menerapkan teknologi reproduksi ternak secara tepat di lapangan.

Yosef mengatakan, potensi peternakan di Kabupaten Kupang perlu dikelola secara profesional dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Besarnya sumber daya alam yang dimiliki daerah, menurut dia, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Kabupaten Kupang tidak cukup hanya mengandalkan jumlah populasi sapi. Peningkatan mutu genetik, produktivitas, serta kemampuan peternak dalam mengelola usaha peternakan juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing ternak.

Karena itu, Yosef menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi peternakan di tengah masyarakat.

Ia meminta agar pelatihan inseminasi buatan tidak berhenti pada penyampaian materi dan kegiatan di ruang pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus diterapkan secara langsung untuk membantu peternak meningkatkan kualitas ternak mereka.

Menurut Yosef, kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Dengan tenaga inseminator yang kompeten, pelayanan reproduksi ternak diharapkan semakin baik sehingga pengembangan peternakan sapi dapat berlangsung lebih optimal.

Undana Siapkan Inovasi Teknologi Peternakan

Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Kupang yang melibatkan perguruan tinggi dalam program pengembangan peternakan daerah.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut menjadi kesempatan bagi Undana untuk menerapkan pengetahuan dan kompetensi akademik dalam menjawab kebutuhan pembangunan masyarakat.

Menurut Philiphi, pengembangan peternakan sapi di Nusa Tenggara Timur memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Namun, peluang tersebut perlu ditunjang oleh kesiapan sumber daya manusia, peningkatan mutu ternak, dan dukungan teknologi yang memadai.

Dengan demikian, pengembangan peternakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi sapi, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan ternak berkualitas dan mengelola usaha secara lebih produktif.

Selain pelatihan inseminasi buatan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana juga tengah menyempurnakan inovasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkirakan bobot sapi melalui analisis citra kamera.

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu proses pengukuran bobot ternak secara lebih efisien. Informasi mengenai bobot dan populasi sapi juga penting sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan pengembangan peternakan.

Penerapan teknologi semacam ini berpotensi mendukung pengelolaan peternakan yang lebih terukur, mulai dari pemantauan kondisi ternak hingga perencanaan peningkatan produktivitas.

Dorong Peternakan Menuju Kabupaten Kupang Emas

Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kupang dan Undana diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas tenaga inseminator, meningkatkan kualitas genetik sapi, serta mendorong produktivitas peternakan.

Keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh penerapan keterampilan peserta, ketersediaan layanan inseminasi buatan, dan pendampingan berkelanjutan kepada peternak.

Upaya tersebut sejalan dengan pembangunan Kabupaten Kupang menuju Kabupaten Kupang Emas, dengan sektor peternakan diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat potensi unggulan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Oktaviana Manulangga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Feprianto Salukh, Kepala Dinas Perhubungan Frits Kuhurima, serta dosen, mahasiswa, dan peserta pelatihan.