Bupati Yosef Lede: Gereja Jangan Hanya Jadi Tempat Ibadah, Harus Membangun Karakter Anak

3,780

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pentahbisan rumah kebaktian dan pastori Jemaat GMIT Ekklesia Airkom, Minggu (25/10/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendorong peran gereja yang lebih luas dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Bupati Kupang Yosef Lede mengingatkan, gereja tidak cukup hanya menjadi tempat umat beribadah, tetapi juga perlu menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kepedulian terhadap sesama.

Dalam sambutannya, Yosef Lede mengapresiasi kerja keras dan kebersamaan jemaat hingga pembangunan rumah kebaktian dan pastori dapat diselesaikan. Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan buah dari komitmen, persatuan, serta semangat gotong royong jemaat dalam membangun kehidupan bergereja.

Ia berharap gedung yang telah ditahbiskan itu tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi jemaat dan masyarakat di sekitarnya.

“Jadikanlah rumah ini sebagai tempat pertemuan bersama-sama dengan Yesus. Jadikanlah rumah ini sebagai rumah berkat, bukan hanya untuk jemaat, tetapi juga untuk masyarakat,” kata Yosef.

Gereja sebagai pusat pembinaan generasi muda

Bupati menegaskan, pembangunan gedung gereja seharusnya diikuti dengan pemanfaatan fasilitas secara produktif. Menurut dia, keberadaan rumah kebaktian perlu menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan bertumbuh dalam nilai-nilai positif.

Karena itu, ia mendorong agar gereja turut menyediakan ruang bagi kegiatan pembinaan anak-anak, termasuk pelayanan sekolah minggu, serta berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.

“Gereja sudah dibangun dan sudah bagus, tetapi tidak boleh hanya untuk ibadah. Harus ada ruang-ruang lain yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia melalui pembinaan karakter anak, termasuk anak sekolah minggu dan kegiatan positif lainnya,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan gereja tidak hanya sebagai pusat kehidupan rohani, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Jemaat berharap pelayanan semakin berkembang

Ketua Majelis Jemaat GMIT Ekklesia Airkom, Pdt. Elizabeth Riwu-Ratu, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan gedung gereja dan pastori.

Ia mengatakan, dukungan jemaat, para donatur, dan mitra pelayanan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan tersebut. Dukungan itu diharapkan turut memperkuat pelayanan gereja, termasuk dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Elizabeth berharap, gedung yang telah ditahbiskan dapat menjadi tempat bertumbuhnya iman, terpeliharanya kasih, serta semakin kokohnya persatuan di antara jemaat dan masyarakat.

Pentahbisan tersebut juga menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus awal bagi jemaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas kontribusi bagi kehidupan sosial.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, Anggota DPRD Provinsi NTT Winston Neil Rondo, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Deasy Ballo Foeh, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur Pdt. Elmodan Herison Naimasus, Plt. Asisten II Sekda Kabupaten Kupang Frans Taloen, Plt. Asisten III Sekda Kabupaten Kupang Juhardi David Selan, para pimpinan perangkat daerah, pendeta dan emeritus, Camat Kupang Timur, serta Lurah Naibonat.