Kempo NTT Berjaya di Semau, Rp328 Juta Mengalir untuk Atlet dan UMKM Ikut Bergerak

3,774

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Kejuaraan Shorinji Kempo Antar-Dojo se-Nusa Tenggara Timur (NTT) memperebutkan Piala Bergilir Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III Tahun 2026 tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Dojo SMKN 1 Kupang A tampil sebagai kekuatan terbaik setelah mengumpulkan 40 medali, terdiri atas 18 emas, 11 perak, dan 11 perunggu. Prestasi tersebut mengantarkan dojo itu menjadi juara umum dalam kejuaraan yang berlangsung pada 2–6 November 2026.

Partai final sekaligus penutupan kejuaraan digelar di Sport City Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (6/11/2026). Ratusan atlet, pelatih, ofisial, pengurus Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT, serta keluarga atlet memadati arena pertandingan.

Ketua Umum Pengprov PERKEMI NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan, penyelenggaraan LLMC Cup III merupakan bagian dari upaya membangun olahraga sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

Menurut dia, Pulau Semau memiliki peluang besar dikembangkan sebagai destinasi sport tourism atau wisata olahraga. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota di NTT menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keindahan alam dan potensi ekonomi wilayah tersebut.

Julie yang juga anggota DPR RI Fraksi NasDem itu menilai, kegiatan olahraga berskala regional dapat menciptakan perputaran ekonomi masyarakat. Sektor transportasi, kuliner, penginapan, UMKM, hingga jasa lokal berpeluang memperoleh manfaat langsung dari penyelenggaraan kegiatan.

Karena itu, pengembangan sport tourism membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelaku pariwisata, dan masyarakat.

Namun, Julie menegaskan, tujuan utama LLMC tetap pada pembinaan dan peningkatan prestasi atlet Kempo NTT.

Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan mengukur kemampuan atlet, menemukan bibit unggul, mempererat persaudaraan antardojo, sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional dan internasional.

PERKEMI NTT, lanjut Julie, juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mendatangkan pelatih dari Jepang guna meningkatkan kualitas latihan dan kemampuan atlet.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang kenshi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali. Disiplin, tanggung jawab, sikap saling menghormati, dan pembentukan karakter merupakan bagian penting dari filosofi bela diri Kempo.

Atlet yang menang diminta tidak cepat berpuas diri, sedangkan mereka yang belum meraih hasil terbaik harus menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan.

Bonus Rp328 Juta untuk Atlet Kempo

Dukungan terhadap pembinaan atlet juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan LLMC Cup III.
Wakil Ketua Umum I Pengprov PERKEMI NTT, Sensei George M. Hadjoh, mengungkapkan, kejuaraan tahun ini mencatat sejarah tersendiri bagi perjalanan organisasi Kempo di NTT.

Menurut George, selama 48 tahun perjalanan PERKEMI NTT, baru kali ini atlet yang mengikuti kejuaraan antarkota mendapatkan dukungan bonus dengan nilai lebih dari Rp200 juta.

Ia menyebutkan, dukungan bonus yang diberikan mencapai Rp228 juta. Selain itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan tambahan sumbangan Rp100 juta untuk seluruh atlet.

Dengan demikian, total dukungan dana yang disampaikan mencapai Rp328 juta.

George berharap dukungan tersebut menjadi motivasi bagi atlet untuk meningkatkan prestasi dan membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan mampu menghasilkan atlet berkualitas.

“Tugas kita adalah menciptakan prestasi. Prestasi tidak lahir dari game, tetapi lahir dari proses kerja keras dan pantang menyerah,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Vito Valentino Laiskodat selaku pemilik kegiatan dan penanggung jawab keluarga dalam penyelenggaraan LLMC Cup III. Dukungan tersebut dinilai memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan olahraga Kempo di NTT.

UMKM Semau Ikut Menikmati Dampak Kejuaraan

Dampak penyelenggaraan LLMC Cup III tidak hanya terlihat dari persaingan di arena pertandingan. Aktivitas ekonomi masyarakat sekitar juga ikut bergerak.

Puluhan tenda UMKM yang menjual makanan dan minuman bermunculan di sekitar Sport City Semau. Kehadiran atlet, ofisial, keluarga, dan penonton menjadi peluang bagi pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku terbantu karena kegiatan tersebut mendatangkan banyak pembeli. Bagi mereka, keramaian kejuaraan menjadi kesempatan memperoleh tambahan pendapatan dari usaha yang dijalankan.

Mobilitas peserta menuju Pulau Semau juga mendapat perhatian khusus. Julie Sutrisno Laiskodat memfasilitasi penyeberangan rombongan dengan mencarter seluruh perahu penyeberangan dari Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Hansisi, Semau.

Ketua Panitia LLMC Cup III, Ignasius Repelita Rega, mengatakan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, para kepala daerah se-NTT, pengurus PERKEMI, perangkat daerah terkait, tenaga medis, insan pers, orang tua atlet, wasit, serta para pelatih.

Panitia memberikan medali dan piagam kepada para juara pertama, kedua, dan ketiga. Selain itu, tersedia bonus pembinaan bagi dojo yang menempati peringkat pertama hingga kesepuluh serta penghargaan khusus bagi kenshi dan wasit teladan.

Kejuaraan LLMC Cup III tahun ini juga diperluas dengan mempertandingkan cabang olahraga tinju selain Kempo.

Dalam klasemen akhir, Dojo SMKN 1 Kupang A berada di posisi pertama dengan 40 medali. Dojo KONI NTT menempati posisi kedua dengan 9 emas, 9 perak, dan 7 perunggu atau total 25 medali. Adapun Dojo Malaka berada di urutan ketiga dengan 9 emas dan 6 perunggu atau total 15 medali.

Penyelenggaraan LLMC Cup III di Pulau Semau memberikan gambaran bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi pintu masuk pengembangan potensi daerah.

Jika dilakukan secara berkelanjutan dan didukung berbagai pihak, olahraga bukan hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga dapat memperluas promosi wisata dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.