TTS Siapkan Tujuh Tim Voli, Roy Babys Bidik Gelar Juara BMMC II 2026 di Kandang Sendiri

3,799

 

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar bersiap menjadi tuan rumah Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) II 2026. Daerah berjuluk Bumi Atoni Pah Meto itu juga memasang target mempertahankan supremasi bola voli setelah sukses merebut gelar juara kategori putra pada penyelenggaraan perdana tahun 2025.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) TTS menyiapkan tujuh tim, terdiri atas empat tim putra dan tiga tim putri, guna berlaga dalam turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November hingga 7 Desember 2026 di GOR Nekmese, So’e.

Ketua PBVSI TTS Roy Babys mengatakan, persiapan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan terus dimatangkan melalui koordinasi bersama Pengprov PBVSI NTT serta seluruh unsur kepanitiaan.

Menurut Roy, BMMC II menjadi kesempatan bagi atlet TTS untuk membuktikan kemampuan di hadapan publik sendiri. Namun, mempertahankan gelar juara bukan satu-satunya tujuan yang ingin dicapai.

TTS juga ingin menunjukkan bahwa daerah tersebut mampu menyelenggarakan kompetisi olahraga secara profesional, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Tuan Rumah Harus Beri Kesan Positif

Roy mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan. Sikap tuan rumah dalam menerima peserta, menjaga keamanan, serta menciptakan kenyamanan bagi atlet dan penonton juga menjadi bagian penting dari kesuksesan kegiatan.

Karena itu, masyarakat TTS diajak memberikan dukungan kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Ia berharap masyarakat tidak hanya memberikan semangat kepada tim tuan rumah, tetapi juga menghormati setiap atlet dan ofisial yang bertanding.

Semangat persaudaraan harus menjadi identitas penyelenggaraan BMMC II 2026 sehingga So’e dikenang sebagai daerah yang ramah terhadap tamu dan menjunjung tinggi nilai olahraga.

Dukungan Penonton untuk Kompetisi Profesional

PBVSI TTS juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan olahraga secara modern dan profesional.

Roy menjelaskan, penyelenggaraan pertandingan berskala besar membutuhkan dukungan fasilitas, tenaga pelaksana, pengamanan, pelayanan penonton, serta pembiayaan operasional.

Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat mengikuti ketentuan panitia, termasuk mengenai tiket masuk dan pengaturan parkir di sekitar GOR Nekmese.

Informasi resmi mengenai harga tiket dan fasilitas bagi penonton akan diumumkan panitia setelah seluruh ketentuan ditetapkan.

BMMC Jadi Batu Loncatan Menuju PON 2028

Lebih jauh, Roy menilai BMMC II 2026 memiliki arti strategis bagi masa depan olahraga di TTS. Turnamen ini dapat menjadi ruang pembinaan atlet sekaligus kesempatan meningkatkan kemampuan daerah dalam mengelola kejuaraan berskala besar.

Pengalaman penyelenggaraan tersebut diharapkan memperkuat kesiapan organisasi, fasilitas olahraga, dan sumber daya manusia lokal.

Hal ini sejalan dengan aspirasi Kabupaten TTS untuk mengambil bagian sebagai tuan rumah cabang olahraga pada PON NTT–NTB 2028, khususnya bola voli indoor dan sepak bola putra.

Dengan demikian, BMMC II bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar, melainkan juga bagian dari persiapan jangka panjang untuk membangun prestasi olahraga daerah.

TTS selama ini dikenal memiliki antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap bola voli. Kehadiran turnamen tersebut diharapkan semakin membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan.

Sebagai juara putra pada edisi pertama, tim TTS kini menghadapi tantangan mempertahankan mahkota juara di kandang sendiri. Persaingan dipastikan menjadi ujian tersendiri bagi para atlet ketika berhadapan dengan kontingen dari berbagai daerah.

BMMC II 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan bola voli TTS sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Satu Persaudaraan, Satu Arena, Satu NTT, Ragam Cerita.(Rjb)