25 Tahun Tunas Gloria: Dari Sebuah Mimpi Menjadi Ladang yang Menumbuhkan Harapan

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            Dua puluh lima tahun lalu, Sekolah Komunitas Kristen Tunas Gloria hanya berawal dari sebuah mimpi—mimpi untuk menyediakan pendidikan yang bukan hanya mencerdaskan pikiran, tapi juga menumbuhkan iman dan membentuk karakter. Hari ini, mimpi itu telah menjelma menjadi sebuah karya nyata yang terus hidup dan berdampak.

Bertempat di lingkungan sederhana yang penuh semangat, Sekolah Komunitas Kristen Tunas Gloria merayakan ulang tahunnya yang ke-25 dengan tema “Cerdas Iman, Ilmu, Imun.” Tema ini bukan sekadar slogan, tapi cerminan dari komitmen yang terus dijaga sejak awal berdiri: membangun generasi yang beriman kuat, berpikir kritis, dan sehat secara jasmani.

Dalam perayaan HUT kali ini, suasana haru dan sukacita menyatu dalam kebersamaan. Para guru dan staf—yang menjadi tulang punggung sekolah—berbaris rapi untuk foto bersama. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pendamping, pembimbing, dan kadang menjadi orang tua kedua bagi para siswa.

Ibadah syukur menjadi awal dari rangkaian acara, diiringi lagu-lagu pujian yang menggetarkan hati. Di wajah para alumni yang turut hadir, tampak rasa bangga. Mereka datang bukan sekadar untuk bernostalgia, tapi untuk bersaksi: bahwa benih yang ditanam oleh Tunas Gloria telah tumbuh dan berbuah di banyak tempat—ada yang menjadi guru, perawat, pendeta, pengusaha, bahkan pejabat publik.

Sekolah ini bukan sekolah besar dengan fasilitas mewah, tapi ia besar dalam makna. Di sinilah anak-anak belajar menghargai proses, mengenal kasih Tuhan, dan tumbuh dalam komunitas yang saling mendukung. Mereka diajarkan bahwa sukses bukan hanya soal nilai ujian, tapi bagaimana hidup bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh, “Kita tidak hanya mendidik anak-anak untuk lulus ujian, tapi untuk menjalani kehidupan. Dan kehidupan itu membutuhkan iman, ilmu, dan kekuatan.”

Sekolah Tunas Gloria telah menjadi bukti bahwa ketika pendidikan dikerjakan dengan hati, maka hasilnya adalah manusia-manusia utuh—yang kuat dalam iman, cerdas dalam berpikir, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Kini, di usia 25 tahun, Tunas Gloria tidak hanya merayakan usia. Ia merayakan perjalanan. Ia merayakan perjuangan. Ia merayakan cinta yang tak pernah berhenti tumbuh untuk setiap anak yang dipercayakan kepadanya.

Dan mungkin, seperti namanya, Tunas Gloria—dari tunas kecil itu akan terus tumbuh kemuliaan. Untuk kota ini. Untuk negeri ini. Dan untuk masa depan yang lebih baik.(Rjb)

 

 

25 Tahun Tunas Gloria: Dari Sebuah Mimpi Menjadi Ladang yang Menumbuhkan Harapan