Dirut Baru Bank NTT Janji Benahi Tata Kelola dan Tekan Kredit Bermasalah

PATROLICIA COM PROPINSI NTT
Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) yang baru dilantik, Charlie Paulus, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola internal bank daerah tersebut. Menurutnya, perbaikan tata kelola merupakan langkah mendasar untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan Bank NTT tumbuh sehat serta profesional.

“Langkah pertama adalah memperbaiki tata kelola. Kita lihat di dalamnya tata kelola belum sempurna. Sistem dan prosedur harus dibenahi agar tidak ada lagi orang mengeluarkan uang dengan suka-suka,” ujar Charlie usai pelantikan di Lantai IV Kantor Gubernur NTT, Kamis (13/11/2025).

Charlie menegaskan, pembenahan sistem dan prosedur internal akan menjadi prioritas utama di masa awal kepemimpinannya. “Kalau pondasinya tidak kuat, semua strategi ke depan tidak akan berjalan. Transparansi dan akuntabilitas harus jadi budaya baru di Bank NTT,” katanya.

Kredit Bermasalah Jadi Fokus Utama

Selain pembenahan tata kelola, Charlie juga menyoroti tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di Bank NTT. Ia mengaku akan membentuk tim khusus untuk menangani persoalan tersebut secara terukur dan sistematis.

“Kredit bermasalah di Bank NTT saat ini cukup besar. Saya akan bentuk tim khusus untuk menyelesaikan kredit bermasalah ini,” tegasnya.

Menurut Charlie, penyelesaian kredit bermasalah bukan hanya soal menagih, tetapi juga memastikan sistem pemberian kredit ke depan lebih selektif dan berbasis analisis risiko yang kuat. “Kita tidak boleh lagi memberi kredit tanpa perhitungan yang matang. Harus ada disiplin dan tanggung jawab dalam prosesnya,” ujarnya.

Efisiensi dan Transformasi Bisnis

Dalam arah kebijakannya, Charlie menegaskan perlunya penghematan di berbagai lini operasional. Ia menilai efisiensi merupakan bagian dari transformasi manajemen yang sehat.

“Sistem penghematan harus dibenahi. Kita harus tahu bidang mana yang prioritas. Boros-boros itu harus dikurangi,” katanya.

Selain efisiensi, ia juga berencana memperluas portofolio kredit Bank NTT yang selama ini masih didominasi oleh kredit konsumtif. Ke depan, fokus pembiayaan akan diarahkan ke sektor produktif dan komersial yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.

“Struktur kredit kita masih terlalu banyak yang konsumtif. Ke depan, kita akan perbesar kredit komersial agar Bank NTT lebih berperan dalam penguatan ekonomi NTT,” ujar Charlie.

Untuk mendukung hal itu, ia berencana melakukan kunjungan langsung ke berbagai kabupaten guna membangun hubungan dengan pelaku usaha lokal. “Saya akan keliling setiap kabupaten, lakukan customer gathering, panggil semua pengusaha, jelaskan tentang Bank NTT, dan ajak mereka jadi nasabah Bank NTT, bukan bank lain,” katanya.

Pelayanan Jadi Kunci Kepercayaan

Charlie juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah. Menurutnya, citra Bank NTT sebagai bank milik masyarakat NTT harus ditunjukkan lewat pelayanan yang profesional, cepat, dan ramah.

“Kalau hanya bujuk orang tapi pelayanan kita jelek, bagaimana? Pelayanan harus bagus dulu. Itu kunci agar masyarakat percaya dan mau menabung di Bank NTT,” tegasnya.

Komitmen Transformasi

Pelantikan Charlie Paulus sebagai Direktur Utama Bank NTT menandai babak baru transformasi di tubuh bank daerah tersebut. Sebelumnya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya pembenahan tata kelola dan kepemimpinan yang melayani dalam arah transformasi Bank NTT.

Dengan visi “Bank NTT yang sehat, transparan, dan hadir untuk rakyat,” kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa Bank NTT keluar dari tantangan lama menuju era pengelolaan modern yang berpihak pada pembangunan ekonomi daerah.(Rjb)

Dirut Baru Bank NTT Janji Benahi Tata Kelola dan Tekan Kredit Bermasalah