PATROLICIA COM PROPINSI NTT Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menetapkan lima nama sebagai calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (12/3/2026). Penetapan dilakukan dalam rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI Jakarta, sebagai tahapan lanjutan proses uji kelayakan yang sebelumnya dilakukan oleh Komisi XI DPR RI.
Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai calon Ketua Dewan Komisioner OJK, sementara Hernawan Beksi Sasongko diangkat sebagai calon Wakil Ketua. Tiga nama lainnya yang ditetapkan adalah:
– Hasan Fauzi sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon;
– Dicky Kartikoyono sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Pendidikan, dan Perlindungan Konsumen;
– Adi Budiarso sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Friderica menyampaikan komitmen untuk menjalankan mandat dan amanah sebagai anggota Dewan Komisioner OJK guna menjaga sektor jasa keuangan serta stabilitas sistem keuangan Indonesia. “Kami akan wujudkan sektor jasa keuangan semakin dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, dalam pembangunan nasional, mendukung program prioritas pemerintah, dan juga tentu tetap mengedepankan perlindungan konsumen dan masyarakat,” ujarnya.
Penetapan ini merupakan bagian dari proses pengisian jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, hasil penetapan akan disampaikan kepada Presiden RI untuk ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Setelah itu, para calon akan mengucapkan sumpah/janji jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung RI.
Lima Calon Dewan Komisioner OJK yang Ditetapkan DPR
PATROLICIA COM PROPINSI NTT Berikut profil singkat masing-masing calon anggota Dewan Komisioner OJK yang telah ditetapkan DPR RI, berdasarkan informasi yang diperoleh:
Friderica Widyasari Dewi (Calon Ketua)
Perempuan yang telah berkiprah di sektor keuangan selama puluhan tahun ini pernah menjabat pada berbagai institusi penting, termasuk di Bank Indonesia dan beberapa lembaga regulasi keuangan. Dia dikenal memiliki keahlian dalam kebijakan makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan, serta pernah terlibat dalam penyusunan berbagai peraturan terkait pengawasan jasa keuangan.
Hernawan Beksi Sasongko (Calon Wakil Ketua)
Dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen keuangan, Hernawan memiliki pengalaman luas di bidang pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan non-bank. Sebelumnya, ia pernah menjabat pada posisi strategis di dalam OJK dan memiliki pemahaman mendalam tentang tata kelola institusi keuangan serta risiko sistemik.
Hasan Fauzi (Calon Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon)
Keahliannya fokus pada pasar modal, instrumen derivatif, dan sektor energi berkelanjutan. Hasan pernah bekerja di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki pengalaman dalam pengembangan produk pasar modal baru, termasuk regulasi terkait bursa karbon yang tengah menjadi prioritas pembangunan nasional.
Dicky Kartikoyono (Calon Kepala Eksekutif Perilaku Pelaku Usaha dan Perlindungan Konsumen)
Spesialis dalam perlindungan konsumen dan pendidikan keuangan, Dicky telah lama terlibat dalam program peningkatan literasi keuangan masyarakat serta pengawasan perilaku bisnis di sektor jasa keuangan. Ia pernah menjabat di dinas terkait perlindungan konsumen dan memiliki rekam jejak dalam menangani berbagai kasus sengketa antara konsumen dan pelaku usaha keuangan.
Adi Budiarso (Calon Kepala Eksekutif Inovasi Teknologi dan Aset Digital)
Dengan latar belakang teknologi informasi dan keuangan, Adi adalah ahli dalam fintech dan aset digital seperti kripto. Ia pernah bekerja di perusahaan teknologi ternama dan pernah terlibat dalam penyusunan kebijakan regulasi inovasi keuangan di Indonesia, dengan fokus pada keseimbangan antara inovasi dan keamanan sistem keuangan.(Rjb)