Wali Kota Kupang Dukung Gerakan Imunisasi Nasional: “Bukan Sekadar Seremonial, Ini Soal Masa Depan Anak-anak”

3,399

 

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung gerakan imunisasi nasional sebagai upaya menurunkan angka anak yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap atau zero dose. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional yang digelar oleh Perhimpunan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) di Aula Biara RVM, Kota Kupang, Jumat (11/7/2025).

Wali Kota menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjamin hak kesehatan anak-anak.

> “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi bentuk nyata keberpihakan kita pada masa depan anak-anak Kota Kupang,” ujar dr. Christian Widodo disambut tepuk tangan peserta.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bekerja bersama secara kolaboratif dalam mempercepat capaian imunisasi. “Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, kita harus jalan bersama-sama,” ucapnya menegaskan pentingnya gotong royong.

Perdhaki: Imunisasi Adalah Hak Anak

Ketua Perdhaki NTT, RD. Ambros Ladjar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap agenda kesehatan masyarakat ini. Ia menegaskan bahwa imunisasi adalah bagian dari hak dasar anak yang harus diperjuangkan oleh seluruh pihak.

“Dengan advokasi dan sosialisasi ini, kami berharap makin banyak anak-anak di NTT yang mendapatkan hak kesehatan secara utuh,” ujar Romo Ambros.

Perdhaki, sebagai organisasi gereja Katolik yang membawahi layanan kesehatan seperti rumah sakit dan poliklinik, selama ini aktif menjalankan program pengendalian penyakit seperti tuberkulosis dan malaria di NTT, bekerja sama dengan mitra nasional dan internasional.

Tahun Penentu Imunisasi Nasional

Sementara itu, Kepala Program Kesehatan Perdhaki Pusat, Medawati Silalahi, menyoroti perlunya sinergi kuat menjelang target nasional imunisasi pada 2025. Ia menjelaskan bahwa hingga tahun 2024, baru enam provinsi yang mencapai target cakupan imunisasi dasar lengkap.

> “Tahun 2025 adalah momentum penting untuk mengejar ketertinggalan. Di sinilah peran semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya.

 

Program Perdhaki saat ini aktif di empat kabupaten/kota, termasuk Kota Kupang, dan diharapkan dapat membantu mempercepat pemenuhan hak kesehatan anak secara menyeluruh dan merata.

Hadirkan Berbagai Pihak Terkait

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, para camat, organisasi mitra seperti Aisyiyah dan PKK, serta tenaga kesehatan dari lembaga layanan di bawah Perdhaki.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa upaya menyehatkan bangsa harus dimulai dari melindungi generasi mudanya sejak dini.