Batalyon Pertahanan Udara Pascagatra di Kupang Diperkuat, Antisipasi Ancaman dari Perbatasan Australia
PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Komandan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 32 Pasgat, Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro, menegaskan pentingnya penguatan sistem pertahanan udara di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama karena posisi strategis wilayah tersebut yang berbatasan langsung dengan Australia.

Hal itu disampaikan Tungguldalam kegiatan silaturahmi dan gathering bersama insan media di Kupang, yang digelar secara sederhana namun sarat pesan tentang pentingnya sinergi antara aparat pertahanan dan media.
Menurut Tunggul, keberadaan satuan Arhanud di Kupang tidak hanya berfungsi menjaga objek vital nasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pertahanan udara nasional di kawasan timur Indonesia.
“Kalau diukur dari daratan Australia ke Kupang, jaraknya hanya sekitar 500 kilometer. Ini jarak yang sangat dekat sehingga menjadi perhatian serius dalam sistem pertahanan udara,” ujar Tumbul.
Ia menjelaskan, tugas utama Batalyon Arhanud 32 Pasgat adalah melaksanakan pertahanan udara dan melindungi objek vital nasional, terutama Bandara Udara El Tari Kupang beserta kawasan sekitarnya dari potensi ancaman udara, termasuk pesawat tempur.
Saat ini, kata dia, kekuatan personel batalyon masih dalam tahap pengembangan. Dari kebutuhan ideal sebanyak 259 personel sesuai daftar susunan personel (DSP), baru terisi sekitar 132 personel yang sebagian telah ditempatkan di sejumlah titik
pengamanan, termasuk di Saumlaki.
Tunggul juga mengungkapkan bahwa pembangunan tahap pertama markas baru batalyon tengah berlangsung di kawasan Bukit Cinta, Kupang. Setelah rampung, seluruh kekuatan pasukan akan dipusatkan di lokasi tersebut.
“Nanti setelah pembangunan tahap pertama selesai, seluruh personel akan menempati markas baru di Bukit Cinta,” katanya.
Selain memperkuat pertahanan udara, pihaknya juga mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program bela negara dan pelatihan generasi muda.
Menurut Tunggul , pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTT untuk kemungkinan keterlibatan personel Pasgat dalam pelatihan paskibraka dan kegiatan kebangsaan lainnya menjelang peringatan HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus mendatang.
Dalam kesempatan itu, Tunggul menekankan pentingnya hubungan harmonis antara institusi militer dan media massa. Ia menyebut pertemuan informal tersebut sengaja dilakukan untuk memperkuat komunikasi serta meminimalisasi kesalahpahaman informasi di ruang publik.
“Kegiatan seperti ini penting supaya kalau ada berita yang perlu dikonfirmasi atau ada kesalahpahaman, komunikasinya bisa cepat. Kami ingin hubungan dengan media semakin erat,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang pembentukan grup komunikasi bersama antara batalyon dan wartawan di NTT agar koordinasi informasi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif(rjb)