PATROLI CIA COM PROVINSI NTT. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan media dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/4), di ruang kerjanya.
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, didampingi Sekretaris Yoseph Bataona dan jajaran pengurus. Turut hadir mendampingi wali kota, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang Ariantje Martje Baun, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Elia Carolina Tiara, serta Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Rudy Purnomo.
Dalam pertemuan itu, Christian Widodo menekankan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan media sebagai pilar penting dalam membangun kepercayaan publik. Ia menyebut, keterbukaan terhadap kritik dan masukan menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Saya percaya pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Tanpa itu, kita tidak akan berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis media dalam menangkal hoaks dan menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, dukungan media sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap solid di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan fiskal.
“Kami butuh media untuk meng-counter informasi yang tidak benar. Jika masyarakat kompak, pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” katanya.
Christian Widodo turut menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan media harus didasarkan pada legalitas yang jelas. Ia mengingatkan pentingnya kelengkapan badan hukum bagi perusahaan media sebelum menjalin kemitraan resmi dengan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan rencana strategis Pemerintah Kota Kupang untuk membangun Command Center, yakni pusat kendali layanan publik berbasis digital. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh aduan masyarakat secara real-time, lengkap dengan data lokasi dan dokumentasi.
“Ke depan, semua laporan masyarakat akan terpantau dalam satu sistem, sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan transparan,” ujarnya.
Ia menyambut positif berbagai inovasi yang ditawarkan SMSI, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau sentimen publik. Integrasi teknologi tersebut dinilai dapat memperkuat respons pemerintah terhadap dinamika sosial yang berkembang.
Sementara itu, Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kota Kupang dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Ia menegaskan bahwa SMSI sebagai organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers, berkomitmen menjaga kualitas jurnalistik melalui peningkatan kompetensi wartawan.
Menurut Beni, program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi instrumen penting dalam memastikan produk jurnalistik yang akurat dan terpercaya, sekaligus menjadi benteng terhadap penyebaran hoaks.
“UKW mendorong profesionalitas jurnalis dan meningkatkan kualitas informasi publik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan UKW yang difasilitasi Pemerintah Kota Kupang pada 2022 telah memberikan dampak positif, termasuk terhadap peningkatan indeks kebebasan pers di daerah.
Selain itu, SMSI menawarkan sejumlah inovasi teknologi, seperti sistem distribusi berita “one by click” yang memungkinkan satu konten tersebar ke ratusan media secara simultan, serta aplikasi pemantauan sentimen publik berbasis AI.
Beni menegaskan kesiapan SMSI untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik dalam peningkatan kapasitas jurnalis, penyebarluasan informasi publik, maupun pemanfaatan teknologi guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan transparan.(Rjb)