Pemkab Kupang Dorong Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

3,774

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang mulai mendorong pelatihan keterampilan agar tidak berhenti pada peningkatan kompetensi, tetapi berujung pada lahirnya usaha baru dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan, keterampilan harus menjadi modal bagi generasi muda untuk membangun masa depan, termasuk dengan menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain.

Pesan itu disampaikan Yosef ketika membuka Pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi di UPTD Balai Pelatihan Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (1/9/2026).

Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi Pemkab Kupang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur. Sebanyak 48 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kupang mengikuti program tersebut.

Menurut Yosef, pelatihan menjadi penting karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Karena itu, peserta diminta menjadikan pelatihan sebagai titik awal untuk menghasilkan karya dan kegiatan ekonomi yang nyata.

Ia bahkan mendorong peserta mengubah cara pandang dari sekadar mencari pekerjaan menjadi berani membangun usaha.

“Tidak semua orang diciptakan untuk menjadi PNS. Masing-masing memiliki talenta. Yang penting bagaimana talenta itu dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Yosef.

Ia menilai keterampilan peserta dalam pengolahan buah serta pembuatan pastry dan kue memiliki peluang ekonomi yang cukup besar apabila dikembangkan secara kreatif. Produk yang semula dibuat dalam skala kecil, menurut dia, dapat tumbuh menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan sekaligus membuka pekerjaan bagi masyarakat lain.

Mulai dari Kecil

Yosef mengingatkan peserta agar tidak menunggu memiliki modal besar untuk memulai usaha. Menurut dia, banyak usaha justru tumbuh dari langkah sederhana yang kemudian dikembangkan melalui ketekunan, inovasi, dan kerja keras.

“Keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Yang penting mulai dulu, kemudian dikembangkan,” ujarnya.

Pemkab Kupang, lanjut Yosef, terbuka untuk membantu peserta yang ingin melanjutkan hasil pelatihan ke tahap usaha. Pemerintah daerah akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra perbankan, guna membuka akses pembiayaan sesuai ketentuan.

“Kalau setelah pelatihan ada yang mau membuka usaha, komunikasikan dengan baik. Pemerintah akan melihat apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Ia menekankan, tujuan akhir program bukan semata-mata menghasilkan peserta yang memiliki sertifikat atau keterampilan baru. Lebih dari itu, pemerintah menginginkan munculnya anak-anak muda yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.

“Kita ingin anak-anak muda di Kabupaten Kupang memiliki kemandirian dan tidak terus bergantung kepada orang tua maupun pemerintah,” kata Yosef.

Karena itu, 48 peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius dan menyerap pengetahuan sebanyak mungkin. Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, keterampilan tersebut diharapkan segera dipraktikkan dan dikembangkan.

“Kita berharap ada dampak dan tindak lanjut dari apa yang diterima di tempat ini. Setelah pulang, ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan dan dikembangkan,” ujarnya.

Pelatihan itu turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang Yesai Lanus, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kupang Benidiktus Selan.(Rjb)