53 Tahun SMANTIQ: Ketika Bakat Siswa Disiapkan Menjadi Kekuatan NTT

3,774

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Perayaan ulang tahun sekolah tidak sekadar menjadi penanda bertambahnya usia. Bagi SMA Negeri 3 Kupang, momentum HUT ke-53 menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas, prestasi, dan kemandirian siswa merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Mengusung tema “Dari SMANTIQ Mengukir Karya, Menuju NTT Mandiri”, peringatan HUT SMA Negeri 3 Kupang tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di luar bidang akademik.

Kepala SMA Negeri 3 Kupang, Ishak D. E. Balbesi, mengatakan perjalanan 53 tahun SMANTIQ merupakan bagian panjang dari pengabdian sekolah dalam mencerdaskan generasi muda.

Menurut dia, selama lebih dari lima dekade, SMAN 3 Kupang telah melahirkan lulusan yang kemudian berkiprah dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Karena itu, peringatan HUT tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Sekolah menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat budaya berkarya, berinovasi, berprestasi,

sekaligus membangun karakter siswa.
Semangat tersebut tercermin dalam berbagai perlombaan seni dan fashion show yang melibatkan pelajar SMA, MA, dan SMK sederajat se-Kota Kupang.

Kegiatan itu menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, keberanian tampil, kreativitas, serta apresiasi terhadap seni dan budaya.
Pada Fashion Show Sesi 1, siswa SMAN 3 Kupang tampil dominan. Melati Lerick meraih juara pertama, sedangkan juara kedua diraih Syalom Pandie dari SMAK Citra Bangsa. Posisi ketiga ditempati Stefanny Alista Izaac dari SMAN 3 Kupang.

Juara keempat diraih Yohanes Yarden Tanono dari SMAN 13 Kupang, juara kelima Oswal Lulu dari SMAN 5 Kupang, dan juara keenam Georgius Putra dari SMAN 1 Kupang.

Prestasi SMAN 3 Kupang berlanjut pada lomba tari. Tim tari sekolah tersebut berhasil merebut juara pertama. Juara kedua diraih SMAN 5 Kupang, sedangkan SMAN 1 Kupang menempati posisi ketiga.

Pada Fashion Show Sesi 2, SMAN 3 Kupang kembali meraih juara pertama melalui Chelsea Therik.
Sementara itu, posisi kedua hingga keempat menjadi milik delegasi SMAK Mercusuar, masing-masing Aditya Tuka Rohi, Rade M. Kotadia, dan Rilia C. W. Odja.

Ketrin Foes dari SMAN 3 Kupang meraih juara kelima, sedangkan juara keenam ditempati Henny T. Pellokila dari SMAK Generasi Unggul.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa ruang pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik. Pengembangan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, seni, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda.

Bagi SMAN 3 Kupang, semangat mengukir karya sejak bangku sekolah menjadi salah satu pijakan menuju kemandirian. Siswa didorong tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan, karya, dan inovasi yang memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar.

Memasuki usia 53 tahun, SMANTIQ ingin terus menjaga tradisi prestasi sekaligus memperluas ruang bagi siswa untuk tumbuh sesuai potensinya.

Dari Kota Kupang, semangat itu dirangkum dalam satu pesan: karya yang dibangun dari sekolah hari ini diharapkan menjadi bekal bagi generasi NTT untuk menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.(Rjb)