“Bupati Kupang Bidik MBG Jadi Pasar Produk Lokal, Beras dan Garam Kupang Emas Didorong Masuk Rantai Pasok”

3,773

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga pada pemanfaatan potensi ekonomi lokal. Bupati Kupang menekankan pentingnya menjaga kualitas menu sekaligus membuka ruang bagi produk pangan daerah untuk masuk dalam rantai pasok program tersebut.

Dalam evaluasi tersebut, kualitas makanan menjadi salah satu perhatian utama. Bahan pangan yang digunakan harus memenuhi standar sehingga program MBG tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi benar-benar memberikan asupan bergizi bagi penerima manfaat.

Bupati juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kupang. Potensi hasil pertanian, peternakan, perikanan, serta produk pangan olahan lokal dinilai dapat menjadi bagian dari kebutuhan program apabila memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan pangan.

Menurut dia, program MBG seharusnya tidak berhenti pada persoalan distribusi makanan. Program nasional tersebut juga dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan produk lokal.

Dalam konteks itu, pemerintah daerah turut mendorong penggunaan produk Beras Kupang Emas dan Garam Kupang Emas sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas sekaligus pasar produk unggulan Kabupaten Kupang.

Pemanfaatan produk lokal dalam program MBG dinilai dapat menciptakan hubungan antara kebijakan pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal berpeluang memperoleh pasar yang lebih pasti apabila mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan.

Bupati menegaskan, kualitas tetap menjadi prasyarat utama. Produk lokal yang masuk dalam rantai pasok MBG harus mampu memenuhi kebutuhan dari sisi mutu, ketersediaan, keamanan pangan, dan kesinambungan pasokan.

Evaluasi program tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki pelaksanaan MBG sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

Dengan demikian, MBG tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai peluang membangun ekosistem pangan daerah yang melibatkan masyarakat dan produk lokal.(Rjb)