Wali Kota Kupang Tanggapi Kasus Keracunan Makanan Gratis di Sekolah: “Keselamatan Siswa yang Utama”

3,345

PATROLICIA COM PROPINSI NTT.            Wali Kota Kupang, dr. Kristian Widodo, menyampaikan keprihatinannya terhadap insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang, Selasa (22/7/2025). Ia menegaskan bahwa penanganan medis terhadap para siswa adalah prioritas utama saat ini, sambil meminta publik bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebanyak hampir 200 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disediakan di sekolah mereka. Dari jumlah itu, 80 siswa dirawat di RS Mamami, sementara sisanya tersebar di RS Siloam dan RS Kota Kupang.

“Yang paling pertama adalah keselamatan pasien. Jangan dulu sibuk berdebat soal sayurnya, dagingnya, atau nasinya. Orang masih butuh pertolongan medis. Fokus dulu pada penyelamatan,” tegas Wali Kota saat meninjau langsung para siswa yang dirawat.

Ia hadir bersama pejabat dari Dinas Pendidikan, Ketua DPRD, serta Kapolresta Kupang Kota, sebagai bentuk reaksi cepat pemerintah terhadap insiden ini. “Ini bentuk kehadiran pemerintah. Kami turun langsung karena ini menyangkut anak-anak kita,” ujarnya.

Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Wali Kota menekankan bahwa pihaknya belum bisa memastikan sumber penyebab keracunan, karena masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan, darah, dan feses para siswa.

“Kalau nanti hasilnya keluar dan memang terbukti dari makanan MBG, maka pasti akan ada evaluasi menyeluruh. Tapi sekarang kita jangan berandai-andai dulu,” ucapnya.

Menurutnya, kejadian ini tidak boleh langsung digeneralisasi sebagai kegagalan program MBG secara keseluruhan. Ia menyebut bahwa secara umum, program ini berjalan baik di banyak sekolah lain.

“Jangan karena satu dapur bermasalah, lalu program MBG-nya yang disalahkan. Ini program Presiden yang sangat bagus—pendidikan jalan, gizi anak terpenuhi. Tapi ya, kalau terbukti ada kelalaian, tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Permintaan Maaf dan Evaluasi Menyeluruh

Wali Kota juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka jika ditemukan kesalahan dalam rantai distribusi makanan di sekolah tersebut. Ia berkomitmen untuk menelusuri asal makanan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan cek dapurnya, proses masaknya, siapa penyedianya. Kalau ada yang salah, ya kita minta maaf dan tindak tegas. Tapi kita tunggu dulu semua hasil penyelidikan resmi,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan penyediaan makanan bergizi dengan anggaran terbatas. “Satu porsi itu kan hanya sekitar Rp10.000. Tentu ini tantangan untuk tetap bisa menyediakan makanan yang higienis dan sehat,” ucapnya.

Penanganan Terus Berlangsung

Hingga berita ini ditulis, penanganan terhadap para siswa terus dilakukan di beberapa rumah sakit di Kota Kupang. Sebagian siswa dilaporkan sudah membaik dan diizinkan pulang.

Pemerintah Kota Kupang bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh titik dapur penyedia MBG dan memastikan standar keamanan pangan dijaga dengan ketat.(rjb)