PATROLICIA COM PROPINSI NTT Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar program Pelayanan KB Awal Tahun 2026 secara serentak di seluruh fasilitas kesehatan pada 9–15 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk menjangkau pasangan usia subur di wilayah prioritas dengan angka unmet need yang masih tinggi.
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) melalui pemantauan dan intervensi langsung di lapangan atau dikenal dengan Pantau KB. Seluruh metode kontrasepsi disiapkan dan dapat diakses masyarakat secara gratis.
Kepala Perwakilan BKKBN NTT menyatakan, kegiatan ini bertujuan memperluas akses layanan keluarga berencana sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Pelayanan ini dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas, rumah sakit, maupun jejaring layanan lainnya. Masyarakat dapat memilih semua metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi medis, dengan pendampingan tenaga kesehatan,” kata perwakilan BKKBN NTT.
Selain memperkuat layanan kesehatan reproduksi, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pengendalian laju pertumbuhan penduduk serta peningkatan kualitas keluarga, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Masyarakat yang ingin mengikuti pelayanan KB dapat menghubungi penyuluh KB atau bidan terdekat di wilayah masing-masing. Seluruh layanan dalam program ini diberikan tanpa dipungut biaya.
BKKBN berharap, melalui pelayanan serentak ini, angka unmet need di NTT dapat ditekan, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.(Rjb)