Wali Kota Kupang Dorong Nikah Massal dan Bedah Rumah, Tegaskan Pemerintah Hadir untuk Melayani Rakyat

3,775

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Walikota Kupang Cristian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat melalui program nikah massal, beasiswa, sunatan massal, hingga bantuan bedah rumah. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam kegiatan nikah massal di GMIT Peniel Sikumana, Kamis (7/5/2026).
Sebanyak 47 pasangan mengikuti prosesi nikah massal yang difasilitasi Pemerintah Kota Kupang bekerja sama dengan pihak gereja dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Dalam sambutannya, Cristian Widodo menyampaikan apresiasi kepada jemaat GMIT Peniel Sikumana yang dinilai selama ini turut mendukung pembangunan Kota Kupang, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya.
“Saya memilih kegiatan ini dilaksanakan di GMIT Peniel Sikumana sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada jemaat yang telah banyak membantu perjalanan pembangunan Kota Kupang,” ujar Cristian.
Di hadapan para pendeta, majelis jemaat, tokoh masyarakat, dan pasangan peserta nikah massal, Cristian menekankan bahwa otonomi daerah bukan sekadar soal kewenangan pemerintahan, melainkan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Menurut dia, program nikah massal menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Sebelumnya, Pemerintah Kota Kupang juga telah memfasilitasi nikah massal bagi 49 pasangan di Gereja Katolik dan akan kembali melayani puluhan pasangan lainnya di sejumlah gereja denominasi.
Selain itu, Pemkot Kupang pada tahun ini juga menjalankan berbagai program sosial lain, seperti pemberian 695 beasiswa pendidikan, sunatan massal bagi 100 anak, hingga program bedah rumah untuk 500 unit rumah warga.
Cristian meminta masyarakat yang memenuhi syarat segera mengajukan berkas untuk mendapatkan bantuan renovasi rumah sebelum batas waktu pendaftaran berakhir pada 10–11 Mei 2026.
“Pemerintah Kota Kupang lima tahun ke depan bukan lagi hanya berperan sebagai pihak yang memerintah, tetapi sebagai pelayan masyarakat. Memerintah adalah melayani,” katanya.
Dalam sambutannya, Cristian juga menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kehidupan sosial masyarakatnya. Menurut dia, pembangunan manusia, pendidikan, kesehatan, serta keharmonisan kehidupan sosial dan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun Kota Kupang.
Ia bahkan meminta pihak gereja segera mengusulkan proposal bantuan untuk tahun anggaran 2027 guna mendukung pengembangan fasilitas gereja, termasuk perbaikan plafon, pendingin ruangan, maupun kebutuhan sarana lainnya.
Kepada 47 pasangan yang mengikuti nikah massal, Cristian berpesan agar memaknai pernikahan sebagai awal perjalanan hidup bersama yang harus dijaga seumur hidup.
“Pernikahan bukan hanya tentang berhasil memiliki satu sama lain, tetapi bagaimana mempertahankan apa yang sudah dimiliki itu seumur hidup,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan, Wali Kota Kupang menyerahkan akta pernikahan secara simbolis kepada dua pasangan sebagai perwakilan peserta nikah massal.(Rjb)