Nikah Massal di Sikumana, Wali Kota Kupang: Kota Maju Bukan Hanya Gedung Megah, tetapi Keluarga yang Bermartabat

3,796

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Sebanyak 47 pasangan mengikuti nikah massal yang digelar di Gereja GMIT Peniel Sikumana, Kota Kupang, Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kehidupan sosial dan keluarga masyarakatnya.

“Membangun sebuah kota bukan hanya tentang gedung tinggi, jalan megah, atau fasilitas modern. Kota yang maju juga ditentukan oleh manusianya, oleh keluarga yang sehat, bermartabat, dan diberkati,” kata Cristian dalam sambutannya di hadapan jemaat dan pasangan peserta nikah massal.

Kegiatan tersebut difasilitasi Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bekerja sama dengan GMIT Peniel Sikumana. Cristian menyampaikan apresiasi kepada pihak gereja yang dinilai selama ini ikut membantu pemerintah dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Kota Kupang.

Ia mengungkapkan, pemilihan GMIT Peniel Sikumana sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk penghormatan pemerintah kepada jemaat yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Kupang.

“Tahun ini Kota Kupang berusia 140 tahun dan 30 tahun sebagai daerah otonom. Itu perjalanan panjang yang dibangun dengan kerja keras, kebersamaan, dan cinta dari banyak pihak, termasuk warga GMIT Peniel Sikumana,” ujarnya.

Menurut Cristian, otonomi daerah seharusnya dimaknai sebagai upaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, pemerintah kota terus mendorong program-program sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Selain nikah massal, Pemerintah Kota Kupang tahun ini juga menjalankan sejumlah program bantuan sosial, antara lain beasiswa bagi 695 mahasiswa, sunatan massal untuk 100 anak, serta program bedah rumah bagi 500 unit rumah warga kurang mampu.

“Pemerintah lima tahun ke depan bukan lagi sekadar pihak yang memerintah, tetapi hadir untuk melayani masyarakat,” kata Cristian.

Ia juga meminta masyarakat yang memenuhi syarat segera mengajukan proposal bantuan bedah rumah sebelum batas waktu pendaftaran ditutup pada pertengahan Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Cristian turut membuka peluang bantuan pemerintah bagi GMIT Peniel Sikumana pada tahun anggaran 2027. Ia meminta pihak gereja segera mengajukan proposal kebutuhan pembangunan maupun perbaikan fasilitas gereja.

Di akhir sambutannya, Cristian menyampaikan pesan khusus kepada 47 pasangan yang baru menikah. Ia menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni untuk memperoleh status hukum dan pengakuan agama, tetapi awal dari perjalanan panjang membangun rumah tangga.

“Pernikahan bukan akhir dari perjalanan cinta, tetapi awal dari perjalanan itu sendiri. Bukan hanya tentang berhasil memiliki satu sama lain, melainkan bagaimana mempertahankan cinta dan kebersamaan itu seumur hidup,” ujarnya.(Rjb)