Kejar Dukungan Pusat, Kupang Bidik Tiga Kampung Nelayan Baru

3,773

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang kembali mengetuk pintu pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Salah satu yang dikejar ialah penambahan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan masuk dalam program pemerintah pusat tahun 2027.

Bupati Kupang Yosef Lede mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (3/9/2026), untuk memastikan usulan tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan lokasi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan kawasan kampung nelayan.

Langkah itu ditempuh di tengah persoalan klasik yang masih membatasi pemanfaatan potensi laut Kabupaten Kupang. Sumber daya perikanan dinilai besar, tetapi belum sepenuhnya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat karena keterbatasan armada serta sarana dan prasarana pendukung.

“Potensi laut kita luar biasa. Karena itu, kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat, terutama untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana agar potensi ini bisa benar-benar dimaksimalkan,” kata Yosef.

Menurut Yosef, keterbatasan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kupang membuat dukungan pemerintah pusat menjadi penting. Intervensi tersebut diharapkan tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat mata rantai produksi hingga pemasaran hasil tangkapan nelayan.

Salah satu fasilitas yang didorong ialah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Taulaki. Usulan pembangunan fasilitas tersebut telah disampaikan kepada KKP dan diharapkan dapat dilanjutkan setelah proses penganggaran serta administrasinya selesai.

Keberadaan TPI dinilai penting untuk mempersingkat rantai distribusi hasil perikanan. Dengan fasilitas pemasaran yang lebih dekat dengan sentra produksi, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi lebih baik sekaligus memenuhi kebutuhan ikan masyarakat di wilayah sekitar.

Selain infrastruktur, pemerintah pusat sebelumnya menjanjikan bantuan 10 unit armada perikanan bagi Kabupaten Kupang. Pemkab Kupang berharap dukungan tersebut masih dapat ditambah.

“Kami bersyukur kalau diberikan sepuluh unit. Tetapi kalau ada penambahan, tentu jauh lebih baik, karena potensi laut Kabupaten Kupang sangat besar,” ujar Yosef.

Jangan Jadi Bangunan Kosong

Yosef juga menyoroti keberlanjutan KNMP yang telah dibangun. Menurut dia, pembangunan kawasan nelayan harus segera diikuti dengan pemanfaatan oleh masyarakat agar fasilitas yang tersedia tidak berubah menjadi aset yang kurang produktif.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini harus segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Potensi yang sudah ada jangan dibiarkan, tetapi harus langsung dioptimalkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kupang, pembangunan kampung nelayan bukan semata proyek infrastruktur. Kawasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi pesisir yang menghubungkan nelayan dengan fasilitas produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.

Karena itu, Pemkab Kupang akan melanjutkan koordinasi dengan KKP untuk memastikan usulan tiga KNMP, dukungan armada perikanan, serta pembangunan TPI dapat masuk dan direalisasikan dalam program pemerintah pusat 2027.

Yosef mengatakan, penguatan sektor kelautan merupakan kebutuhan strategis bagi Kabupaten Kupang. Potensi laut yang besar, menurut dia, harus diterjemahkan menjadi peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat, bukan sekadar menjadi potensi yang belum tergarap.

“Yang kami harapkan adalah bagaimana potensi yang luar biasa ini bisa dimaksimalkan. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, masyarakat nelayan dapat semakin produktif dan kesejahteraannya meningkat,” katanya.