Bupati Kupang Perkuat Sinergi Vokasi, Alumni Pelatihan Didorong Jadi Pelaku Usaha

3,774

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang memperkuat kerja sama pengembangan keterampilan tenaga kerja melalui sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur serta Koordinator BPVP Kupang. Langkah ini diarahkan agar pelatihan vokasi tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi berlanjut pada pemberdayaan alumni hingga mampu memasuki dunia kerja atau membangun usaha mandiri.

Bupati Kupang Yosef Lede menerima audiensi Kepala BPVP Lombok Timur dan Koordinator BPVP Kupang untuk membahas penguatan program pelatihan vokasi dan pemberdayaan tenaga kerja di Kabupaten Kupang.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem pelatihan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya ingin mencetak peserta yang memiliki sertifikat pelatihan, tetapi memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan nilai ekonomi.

Menurut pemerintah daerah, keberhasilan pelatihan seharusnya diukur dari kemampuan peserta memanfaatkan keterampilan setelah menyelesaikan pendidikan vokasi. Alumni diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Sinergi dengan BPVP Lombok Timur menjadi penting karena lembaga tersebut memiliki wilayah binaan, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur. BPVP Lombok Timur merupakan unit pelatihan vokasi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan yang berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Bagi Kabupaten Kupang, kerja sama tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja. Program juga diarahkan untuk memperkuat UPTD Pelatihan Tenaga Kerja Kabupaten Kupang sebagai pusat pengembangan keterampilan masyarakat.

Sebelumnya, kerja sama Pemkab Kupang dan BPVP Lombok Timur telah diwujudkan melalui Pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi. Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan yang digelar di UPTD Balai Pelatihan Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah. Peserta dibekali keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Bupati Yosef Lede menekankan bahwa keterampilan harus menghasilkan manfaat nyata. Peserta pelatihan didorong untuk berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki menjadi kegiatan produktif, sehingga pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Pemerintah Kabupaten Kupang juga membuka ruang agar alumni pelatihan dapat terus mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan. Dengan pola tersebut, pelatihan vokasi diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lapangan kerja formal.

Bagi generasi muda, pesan pemerintah cukup jelas: keterampilan bukan sekadar bekal untuk mencari pekerjaan, melainkan modal untuk menciptakan pekerjaan.

Penguatan kerja sama antara Pemkab Kupang, BPVP Lombok Timur dan BPVP Kupang diharapkan dapat melahirkan lebih banyak tenaga kerja kompeten sekaligus wirausaha baru dari Kabupaten Kupang.(Rjb)