Bupati Yosef Lede Dukung Digitalisasi Sekolah, SNT 10 Kupang Siapkan Generasi Berdaya Saing Global

3,773

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Kabupaten Kupang mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sarana sekolah, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan pembelajaran berbasis potensi lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, terampil, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.

Komitmen tersebut sejalan dengan pelaksanaan Open House Hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kupang, Jumat (16/10/2026). Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 5 Kupang Timur dan SNT 10 Kupang dengan agenda meninjau hasil pembangunan fasilitas pendidikan serta penerapan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Bupati Kupang Yosef Lede menyambut positif program pengembangan pendidikan tersebut. Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah karena kualitas sumber daya manusia menentukan masa depan Kabupaten Kupang.

Ia berharap revitalisasi sekolah tidak hanya menghasilkan bangunan dan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital perlu diarahkan untuk menciptakan proses belajar yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Yosef juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program pengembangan pendidikan unggul yang dinilai memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan nasional, termasuk di Kabupaten Kupang.

Pembelajaran Terintegrasi

SNT 10 Kupang menjadi salah satu bagian dari pengembangan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, seni, dan kearifan lokal. Model pembelajaran tersebut diharapkan dapat membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kegiatan intrakurikuler, sekolah menerapkan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Pendekatan ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan, memecahkan persoalan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kegiatan akademik, sekolah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik. Kegiatan tersebut mencakup pembinaan olimpiade akademik, Pramuka, baris-berbaris, seni musik dan tari, serta olahraga, seperti futsal, bola voli, dan pencak silat.

Pengembangan potensi lokal juga mendapat perhatian melalui kegiatan Kempo. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter serta pelestarian keterampilan dan nilai-nilai lokal.

Mengangkat Potensi Daerah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, mengatakan pembelajaran kurikuler di SNT diarahkan pada isu pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan potensi daerah.

Sejumlah kegiatan yang dikembangkan antara lain agribisnis, pengolahan kompos, dan pemanfaatan daun kelor sebagai bahan obat herbal. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada potensi sumber daya alam di lingkungan mereka sekaligus dilatih mengembangkan keterampilan praktis.

Menurut Marthen, pembelajaran berbasis potensi lokal juga dapat menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Pengembangan model pendidikan tersebut menjadi penting bagi Kabupaten Kupang yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pemanfaatan sumber daya alam. Dengan pembelajaran yang menghubungkan teori dan praktik, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengembangkan potensi daerah.

Sinergi Pusat dan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kupang memandang revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap pendidikan bermutu. Namun, keberhasilan program tersebut juga membutuhkan dukungan tenaga pendidik, kesiapan sarana teknologi, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan diharapkan dapat memastikan fasilitas yang dibangun serta perangkat digital yang disediakan benar-benar mendukung kegiatan belajar mengajar.
Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kupang, yakni Menuju Kabupaten Kupang Emas. Melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tetap berakar pada kearifan lokal, Kabupaten Kupang diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.