PATROLICIA COM PROPINSI NTT Pemerintah diminta segera menata ulang sistem pariwisata di Labuan Bajo. Desakan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Destination Management Organization (DMO) Flores, Fransisco Huik DeRosari, menyusul keluhan dari para pemandu wisata lokal yang merasa tersisih dalam pengelolaan destinasi unggulan NTT tersebut.
“Kami merasa dirugikan karena tidak dilibatkan. Pemerintah provinsi dan kabupaten harus segera menata ulang. Banyak yang tidak beres,” tegas Fransisco dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (13/7/2025).
Keluhan paling mencolok datang dari sektor diving (selam wisata). Menurut Fransisco, sistem diving yang sebelumnya ditangani secara profesional kini dikuasai pihak luar tanpa pengawasan ketat. Akibatnya, banyak aktivitas dilakukan tanpa melibatkan komunitas selam lokal yang telah dilatih secara resmi.
“Transaksi dilakukan di atas kapal, dipandu orang yang tak profesional. Terumbu karang hancur karena kelalaian,” katanya prihatin. Fransisco selama ini dikenal vokal dalam isu konservasi alam di Flores.
Pemandu Lokal Tersingkir, Tenaga Kerja Didominasi dari Luar
Tak hanya sektor diving, Fransisco juga menyoroti ketimpangan dalam rekrutmen tenaga kerja di sektor pariwisata. Ia menyebut bahwa mayoritas pekerja hotel, restoran, dan kafe di Labuan Bajo bukan berasal dari NTT.
“Labuan Bajo milik kami, milik anak-anak NTT. Tapi 90 persen tenaga kerja berasal dari luar daerah. Ini bisa picu keresahan sosial,” ujarnya.
DMO Flores berencana menggelar dialog terbuka antara komunitas pemandu wisata dan pemerintah dalam waktu dekat. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan solusi yang inklusif demi menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat lokal.
Pemerintah Diminta Tanggap
Fransisco meminta Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat untuk turun tangan langsung menyikapi persoalan ini. Ia menekankan pentingnya melibatkan pemandu lokal dalam seluruh proses penataan ulang pariwisata.
“Jangan sampai DMO hanya jadi simbol. Kami ingin fungsi lembaga ini betul-betul meningkatkan ekonomi lokal secara nyata,” tutupnya.
Sebagai informasi, Destination Management Organization (DMO) merupakan lembaga pengelola dan promotor destinasi wisata yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pariwisata berkelanjutan.