Peran Ayah Diperkuat dalam Pengasuhan Anak, Kupang Dorong Kota Layak Anak Lewat PATBM

3,270

 

PATROLICIA COM PROPINSI NTT Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus mendorong terciptanya lingkungan yang ramah anak melalui keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan. Hal ini sejalan dengan implementasi Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA).

Dalam rangka memperkuat upaya tersebut, DP3A Kota Kupang menggelar Rapat Koordinasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) bertema “Pentingnya Peran Ayah Terhadap Pengasuhan Anak”, Selasa (15/7/2025), di Hotel Sahid T-More Kupang. Kegiatan ini melibatkan para ayah dari tujuh kelurahan yang menjadi lokus PATBM di Kota Kupang.

Plt. Kepala DP3A Kota Kupang, Imelda Patricia Manafe, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa keberadaan ayah dalam keluarga tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur pelindung, pendidik, dan pemberi rasa aman bagi anak-anak di rumah. “Ayah harus menjadi teladan. Anak membutuhkan kehadiran ayah secara fisik maupun emosional dalam tumbuh kembangnya,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Data yang dihimpun UPTD PPA Kota Kupang mencatat peningkatan 13 kasus kekerasan terhadap anak hingga April 2025. Ironisnya, beberapa pelaku berasal dari lingkungan keluarga sendiri. Fakta ini memperkuat urgensi peran ayah dalam mencegah kekerasan dan membangun ketahanan psikologis anak.

Narasumber yang hadir antara lain psikolog klinis, perwakilan PKBI NTT, serta analis kebijakan ahli muda. Mereka menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif lintas sektor dalam perlindungan anak, khususnya dalam konteks lokal seperti Kupang.

Adapun tujuan kegiatan ini antara lain:

1. Meningkatkan sinergi antar-stakeholder PATBM;

2. Mengoptimalkan peran ayah dalam pengasuhan anak;

3. Mengaktifkan peran ayah sebagai pemberi dukungan emosional;

4. Mendorong partisipasi ayah dalam pola asuh berbasis masyarakat.

 

Kegiatan ini didanai dari DPA DP3A Kota Kupang dan didukung oleh PKBI Provinsi NTT. Para peserta berharap agar pendekatan ini mampu menekan angka kekerasan terhadap anak, serta mendorong Kota Kupang lebih dekat dengan predikat sebagai Kota Layak Anak.(Rjb)