Jagung Hibrida Jadi Andalan Baru NTT, Gubernur Melki Luncurkan Gerakan Peningkatan Produktivitas Petani

3,776

PATROLI CIA COM PROVINSI NTT Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong percepatan peningkatan produksi jagung melalui pemanfaatan teknologi budidaya jagung hibrida. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Gebyar Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan pencanangan Gerakan Masyarakat Peningkatan Produksi Jagung yang digelar di Kabupaten Kupang, Jumat (14/8/2026).

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa jagung memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat NTT. Selain menjadi sumber pangan, komoditas tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan industri pakan ternak dan sektor hilir lainnya.

“Jagung bukan sekadar tanaman pangan. Jagung adalah bagian dari sejarah dan identitas masyarakat NTT. Karena itu, peningkatan produktivitas jagung harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, petani, perguruan tinggi, perbankan, hingga dunia usaha,” ujar Melki.

Menurut dia, perkembangan teknologi budidaya dan penggunaan benih unggul hibrida telah membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil panen. Jika sebelumnya produktivitas jagung di sejumlah wilayah masih berada pada kisaran rendah, kini berbagai varietas unggul mampu menghasilkan panen yang jauh lebih tinggi per hektare.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 12 produsen benih jagung menampilkan berbagai varietas unggulan yang memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda. Selain menyediakan benih berkualitas, perusahaan-perusahaan tersebut juga memberikan dukungan berupa teknologi budidaya, pendampingan petani, hingga akses pembiayaan.

Melki menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengembangan jagung di NTT. Dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, lembaga perbankan, Bulog, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar produktivitas petani meningkat secara berkelanjutan.

“Tujuan utama program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Ketika produksi naik, kesejahteraan petani juga harus ikut meningkat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani, tidak hanya dalam aspek teknis budidaya, tetapi juga dalam pengelolaan hasil usaha tani. Dengan demikian, peningkatan pendapatan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi keluarga petani dan mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, menaruh harapan besar agar gerakan peningkatan produksi jagung mampu menjadi salah satu penggerak kebangkitan ekonomi daerah. Potensi lahan yang luas serta tingginya kebutuhan pasar dinilai menjadi modal kuat bagi NTT untuk berkembang sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional.

Melalui penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, serta pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis produktivitas jagung NTT akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

“Petani harus menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat pembangunan sektor pertanian. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja bersama memastikan program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Melki.

Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-NTT, pelaku usaha perbenihan, perbankan, penyuluh pertanian, mahasiswa, serta ratusan petani dari berbagai daerah di NTT.(Rjb)